Perjalanan Anak Bangsa Perkenalkan Budaya Lokal ke Dunia


JAKARTA (DP) – Punggawa FreeRiders Indonesia, Gunadi, akhirnya memulai perjalanan turing seorang diri menuju Pegunungan Himalaya, Nepal, Minggu (26/8). Sejumlah agenda dalam perjalanannya pun telah disusun guna mengangkat potensi Tanah Air ke hadapan negara-negara yang dilewati kelak.

Diiringi ratusan klub dan komunitas yang melepas kepergiaannya, keberangkatannya dimulai dari depan halaman Kementerian Perhubungan RI dan dilepas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Royke Lumowa, perwakilan IMI Pusat, Direktur Marketing dan SDM Adira Finance Swandajani Gunadi, serta Direktur Marketing PT Triangle Motorindo, Sutjipto Atmodjo.

Seperti yang dilakoni oleh Stephen Langitan kala menuntaskan solo touring-nya ke London, Inggris, beberapa waktu lalu, Gunadi pun memboyong misi keselamatan jalan, pelestarian lingkungan hidup, dan persahabatan antar bangsa.

Dengan jarak tempuh tak kurang dari 15.000 km selama 70 hari, dalam ekspedisi tersebut Gunadi menggunakan sepeda motor karya anak bangsa Viar Vortex 250.

“Selain memperkenalkan adat, budaya dan keberagaman masyarakat Indonesia, saya juga akan menunjukkan sepeda motor ini (Vortex 250) merupakan produk karya anak bangsa kepada dunia,” ujar Gunadi.

Disisi lain, Budi pun berpesan agar Gunadi tetap mengutamakan faktor keselamatan sepanjang perjalanan nanti. Dia pun berharap faktor ini yang jadi kunci sukses turing siapapun dan kemana pun.

“Sebagai bikers Indonesia kita harus tunjukkan saat kita menggunakan motor harus menunjukkan bahwa faktor safety adalah sesuatu yang terpenting. Jadi, melalui tekad yang tinggi dan berani, saya salut dengan Gunadi untuk melakukan perjalanan ini,” lanjut Budi.

Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Sumatera, menjadi titik pertama Gunadi untuk menembus negara pertama menuju Pelabuhan Klang Malaysia, diteruskan melintasi Kuala Lumpur hingga melewati Thailand – Myanmar – Nepal dan India.

Dari Kota New Delhi perjalanan langsung mengarah menuju Himalaya, melalui rute Candigarh – Srinagar – Leh – Khardungla Pass – Pangong Lake – Manali – Dangerous Road dan kembali ke New Delhi.

Gunadi pun mengaku bahwa sekelumit medan jalan yang bakal ia lewati nanti tergolong ekstrem dan menuntut konsentrasi penuh. Mulai dari aspal mulus, bebatuan, pasir, merambah hutan dan pegunungan, hingga salju dengan cuaca ekstrim di bawah minus 10 derajat celcius di wilayah pegunungan Himalaya.

Sutjipto mengatakan suatu kebanggan tersendiri bagi PT Triangle Motorindo sebagai produsen motor Vortex yang telah dipercaya oleh Gunadi untuk mengarungi perjalanan dari Jakarta – Himalaya ini dengan misi memperkenalkan Indonesia di mata dunia. [dp/MTH]