Astra International Bakal Terus Melaju Meski Rupiah Loyo


JAKARTA (DP) – Dampak pelemahan rupiah dan kenaikan tarif PPh impor diperkirakan tidak akan mempengaruhi laju kinerja PT Astra International Tbk (ASII) di masa mendatang.

Pada semester I 2018, ASII membukukan pendapatan bersih sebesar Rp112,5 triliun. Pendapatan tersebut naik 15% dibandingkan dengan pendapatan perusahaan di sepanjang semester I tahun lalu sebesar Rp98,03 triliun.

Sementara itu, laba bersih perusahaan ini sepanjang semester I 2018 mencapai Rp10,38 triliun. Laba ini naik 11% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp9,34 triliun.

“Kinerja ASII di masa mendatang masih menjanjikan. Dampak pelemahan rupiah tidak terlalu berpengaruh bagi emiten sekelas ASII, sebab mereka sudah melakukan antisipasi dengan melakukan mitigasi risiko lewat hedging sehingga ke depannya tidak akan membebankan emiten,” kata analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta, dalam risetnya.

Nafan mengatakan, kinerja penjualan ASII juga akan bertumbuh karena kemungkinan di akhir tahun nanti akan ada diskon terhadap kendaraan yang diproduksi perusahaan tersebut.

Baca juga:  Dianggap Geng Motor Brisic Kolaborasi dengan Main Dealer Honda

“Dengan adanya diskon akan menambah permintaan terhadap mobil-mobil yang dijual ASII, sehingga tentu akan memberikan tambahan pendapatan bagi perusahaan,” papar dia.

Selain itu, lanjut Nafan, kebijakan pemerintah untuk menggenjot ekspor tentu akan memberikan katalis positif bagi ASII.

“Sebab ini bisa menjadi peluang yang menguntungkan bagi ASII di tengah pelemahan rupiah dan membantu pemerintah untuk meningkatkan cadangan devisa negara lewat peningkatan ekspor ke wilayah Asia Tenggara,” ujarnya.

Dari sisi saham, Nafan merekomendasikan untuk membeli saham ASII dengan target harga dalam jangka panjang di level Rp8.500 per saham. [dp/TGH]