Ali Adriansyah: Sirkuit de Nevers Magny-Cours Tawarkan Tantangan Unik

Ali Adriansyah Rusmiputro siap hadapi seri terakhir ajang WSSP300 di Sirkuit de Nevers Magny-Cours, Prancis.

JAKARTA (DP) – Ajang balap World Supersport 300 (WSSP300) sudah memasuki putaran terakhir untuk musim balap 2018. Berbagai asa pun muncul dari rider Tanah Air, Ali Adriansyah Rusmiputro, untuk bisa mempersembahkan yang terbaik di Sirkuit de Nevers Magny-Cours, Prancis, akhir pekan ini.

Untuk menghadapi balap nanti, Ali dan tim mekanik Pertamina Enduro Racing bakal menyeting Yamaha YZF-R3 dengan tepat agar bisa melakoni trek di sirkuit dengan panjang total 4.412 km tersebut.

Ali pun mengakui karakter sirkuit yang tergolong flat alias tidak ada kontur naik turun seperti Sirkuit Algarve Portimao ini, justru menawarkan tantangan unik bagi para pebalap termasuk dirinya.

“Sirkuit ini begitu flowing, mengalir, sehingga butuh setting motor yang tepat dan teliti,” ucap Ali Adriansyah, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/9).

Sirkuit Magny-Cours terbilang sederhana tapi juga teknikal. Artinya pebalap betul-betul harus dapat menguasai tunggangan sesempurna mungkin guna menghadapi 17 tikungan yang disediakan.

Baca juga:  Yamaha Fino Grande Luxury Red Hadir Lebih Mewah dan Elegan

Trek lurusnya akan mendorong pebalap untuk memacu tunggangan sekencang mungkin. Namun, beberapa tikungan patah membuat rider memperhitungkan titik pengereman yang tepat sembari menekan tuas rem sedalam mungkin.

Dengan keadaan seperti itu, rider juga harus memperhitungkan performa ban mereka dengan cermat. Ban yang dipaksa untuk melaju kencang akan membuat degradasi lebih cepat terjadi. Jika ban sudah terlalu aus, jangan harap pengendalian sepeda motor akan tetap sempurna.

“Jika ban sudah terlalu aus, jangan harap pengendalian sepeda motor akan tetap sempurna. Biasanya roda depan akan bergetar dalam kondisi tersebut,” ucap Ali.

Ban yang digunakan pada ajang ini hanya terdiri dua pilihan yaitu ban basah dan ban kering. Tidak seperti ban di MotoGP yang memiliki banyak ragam seperti ban soft, medium, asimetris atau hard.

Dengan demikian, rider WSSP300 harus mampu memaksimalkan ban yang ada sekaligus mampu meminimalisir tingkat degradasi. Dengan tantangan seperti itu Ali berharap dapat hasil yang baik di penutup musim balap tahun ini.

Baca juga:  Jokowi: Ekspor Toyota Indonesia Jaga Kejatuhan Rupiah

Hingga putaran ke tujuh di Portugal, Ali sudah mengumpulkan 6 poin dan berada di posisi 23 dari 40 pebalap yang berlaga. “Saya ingin sekali mendapat hasil yang baik untuk menutup tahun ini dan memulai tahun depan dengan motivasi lebih,” pungkasnya. [dp/MTH]