China akan Jadi ‘Rumah’ Baru Bagi Lexus?

FILE PHOTO: A Lexus LF-FC concept car is displayed during the Auto China 2016 auto show in Beijing, China, April 29, 2016. REUTERS/Damir Sagolj/File Photo

BEIJING (DP) – Toyota Motor Corp., induk dari Lexus, sudah lama menolak untuk memproduksi merek mewah itu di China karena khawatir akan mengikis kualitas dan profitabilitas. Tapi dengan semakin membaiknya hubungan China dengan Jepang dan ingin memacu pertumbuhan untuk mengejar para rivalnya dari Jerman, sepertinya Toyota akan berubah pikiran.

Hal itu diungkapkan beberapa orang dalam Lexus yang terlibat dalam berbagai pembicaraan mengenai kemungkinan membuka lini produksi Lexus di China, seperti dikutip Reuters.

Selama ini, Toyota lebih memilih mengimpor sejumlah model Lexus dari Jepang untuk dipasarkan ke China. Tapi dalam dua tahun terakhir, raksasa otomotif Jepang ini mempelajari segala kemungkinan untuk mulai memproduksi Lexus di China.

Bahkan Toyota sudah berbicara dengan beberapa mitra patungannya di China, seperti Guangzhou Automobile Group dan FAW Group, untuk menjajaki kemungkinan memproduksi Lexus. Namun sejauh ini belum jelas bagaimana model bisnis yang akan dilakukan Toyota dengan para mitranya di China itu.

Baca juga:  Kemeriahan Festival Avanza-Veloz Sebangsa di Kota Bumi Sriwijaya

Jika Lexus jadi diproduksi di China, itu akan menjadi babak baru bagi merek mewah untuk menantang para rival Jermannya, yang sebagian juga sudah diproduksi di Negeri Tirai Bambu. Selain membaiknya hubungan China-Jepang, kebijakan soal investasi oleh pemerintah China yang mengizinkan produsen mobil asing untuk membangun operasional secara penuh atau menguasai saham mayoritas, juga menjadi pertimbangan Toyota.

Perubahan kebijakan China yang melonggarkan batasan kepemilikan asing di industri otomotif itu sebagai bagian dari respons atas merebaknya kritik terhadap pemerintahan negeri itu, di mana perusahaan Negeri Panda lebih bebas berinvestasi di luar negeri, sedangkan perusahaan asing dibatasi aksesnya untuk berbisnis di perekonomian terbesar dunia itu.

Yang jelas, perubahan kebijakan Beijing itu akan menguntungkan semua perusahaan asing. Contohnya Tesla Inc. yang disetujui untuk membangun pabrik sendiri dan membuka dealer tanpa harus bekerjasama dengan perusahaan lokal.

Baca juga:  Mengenal Lebih Dekat All-new Toyota Corolla Altis

Untuk diketahui, Toyota selama ini sudah memproduksi beberapa model dengan brand Toyota, seperti Camry, Highlander, Corolla, Levin dan Crown, di China dengan menggandeng mitra lokal. Tahun lalu Toyota berhasil menjual sebanyak 1,29 juta unit kendaraan di China, termasuk merek Lexus yang diimpor dari Jepang.

Sebenarnya, Toyota telah mempertimbangkan untuk memproduksi Lexus di China, yaitu tepatnya pada 2011-2012 silam. Tapi para petinggi Toyota takut jika Lexus dibuat di China, akan berisiko pada penurunan kualitas. Toyota jelas tak mau mengorbankan nama baik Lexus. Selain itu, dengan harus bermitra dengan perusahaan lokal, maka marjin keuntungan akan berkurang, sehingga mengikis profitabilitas perusahaan. Fakta itu yang membuat Toyota menunda memproduksi Lexus di China.

Kini kita menunggu apa yang akan dilakukan Toyota untuk mengibarkan ‘bendera’ Lexus di Negeri Tirai Bambu. Tapi sepertinya Toyota akan memanfaatkan perubahan kebijakan Beijing yang melonggarkan aturan soal investasi asing, yaitu dengan menguasai penuh atau kepemilikan mayoritas atas fasilitas produksi Lexus di negeri kungfu itu. [dp/TGH]