FIFASTRA Targetkan 500 SPK di IMOS 2018


JAKARTA (DP) – Ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 menjadi perhelatan perdana bagi FIFGroup. Berlangsung hingga 4 November nanti, calon konsumen dimanjakan dengan berbagai program pembelian baik untuk motor baru maupun bekas.

Untuk memudahkan pengunjung melakukan transaksi, booth FIFASTRA siap melayani pembiayaan kendaraan roda dua melalui brand khusus Honda. Hingga kini, FIFASTRA telah membukukan angka Rp 19 triliun pembiayaan per YTD September lalu.

PT Federal International Finance atau FIFGroup, tidak hanya berkonsentrasi untuk melayani pembiayaan motor baru. Lembaga pembiayaan milik PT Astra International Tbk ini juga memiliki target untuk pembelian motor-motor bekas di Indonesia.

Menurut Antony Sastro Jopoetro, Direktur Marketing FIFGROUP, hadirnya FIFASTRA di IMOS tahun ini untuk mendukung dan memenuhi permintaan masyarakat khususnya untuk pembiayaan kendaraan roda dua.

“Kami hadir untuk memberikan layanan dan produk untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat akan pembiayaan kendaraan roda dua. Kami siap melayani pengunjung IMOS tentunya dengan menyajikan program yang menguntungkan serta prosesnya yang mudah, cepat dan aman,” tutur Antony, disela-sela temu media, Kamis (1/11).

Baca juga:  Pembiayaan Motor Baru dan Bekas FIF Meningkat di Q1

Disisi lain, komitmen FIFGroup juga bakal direalisasikan dengan bantuan DANASTRA, sebagai sektor pembiayaan khusus motor bekas. Lie Kristian, Danastra Division Head Used Motorcycles Financing, mengakui target pembiayaan motor bekas tidak tinggi.

Sebagai informasi, sepanjang tahun ini, pihaknya hanya menargetkan pembiayaan sebanyak 1.000 unit motor bekas.

“Kalau diakumulasi, satu unit motor bekas Rp 9,2 juta, dikalikan saja 1.000 unit jadi Rp 9,2 miliar. Itulah target pembiayaan yang kami canangkan untuk tahun ini,” jelas Lien.

Sejauh ini, Lien mengaku pembiayaan untuk sektor otomotif menjadi yang terbesar dan jadi pendulang tertinggi pencapaian FIFGroup sampai saat ini.

Balik ke FIFASTRA, di ajang ini pihaknya hanya mengejar brand awaraness kepada pengunjung sebagai lembaga pembiayaan khusus merek Honda. Meski begitu, pihaknya tidak menampik bahwa ada target yang harus dicapainya sepanjang pameran tersebut.

“Target 500 unit untuk seluruh varian sepeda motor Honda. Primadona tetaplah produk reguler, sedangkan model premium tetap kami harapkan ada walaupun kami yakin jumlahnya tidak besar. Yah sekitar 10% untuk model Premium dan Bigbike,” pungkas Antony. [dp/MTH]