Test Ride Yamaha FreeGo, Tampilan Gambot Tetap Asyik Dibesut


JAKARTA (DP) – Yamaha Freego terbilang menjadi salah satu unit skuter matik (skutik) andalan terkini dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), guna menyasar konsumen yang membutuhkan skutik mungil namun mampu menampung barang bawaan banyak.

Kesempatan untuk menguji skutik ini menjadi momen baik, mengingat pihak Yamaha mengklaim dapurpacu yang disematkan berbeda dengan varian skutik Yamaha bermesin 125 cc.

Tiga unit FreeGo S ABS disediakan untuk dijajal para jurnalis berkelir Matte Red dan Matte Grey. Area pengujian diambil di halaman luar Sirkuit Sentul, yang terbilang ‘rawan’ karena banyak pasir dan aspal yang mengelupas.

Area pengujian yang luas dan pengetesan yang cukup singkat, hanya tiga putaran, memang belum bisa dikatakan mampu mengupas tuntas segala keunggulan dari skutik ini.

Begitu duduk posisi riding terbilang pas, tidak nunduk atau ketinggian untuk posisi setangnya. Dengan tinggi badan 162 cm, lengan menekuk tidak terlalu dalam. Tiba saatnya mesin dinyalakan.

Baca juga:  Mau Dapat PPnBM Nol, Mobil Murah Harus Penuhi Emisi 100 Gram/Km

Ada yang unik pas motor dinyalakan, semilir suara halus dari ruang mesin baru kemudian mesin pelan-pelan nyala. Nampaknya fitur Smart Motor Generator (SMG), tengah bekerja guna memberikan kenyamanan awal mengendarai FreeGo.

Oiya, posisi duduk pun tergolong nyaman meski agak besar di bagian depan. Pijakan kaki tidak lagi jinjit dengan jarak jok ke tanah 778 mm, berkat penggunaan ban berukuran 12 inci.

Sebelum aba-aba tancap gas dimulai, rupanya fitur Stop & Start System (SSS) sudah berfungsi, ditandai dengan menyalanya signal ‘A’ pada dashboard. Iseng untuk mengujinya, grip gas diputar sedikit lalu rem.

Cukup hitungan 5 detik, mesin pun mati secara otomatis. Memang terbilang sedikit lama dibandingkan fitur serupa pada ‘tetangga’ yang akan mematikan mesin begitu lama terdiam selama tiga detik.

Nah, sekarang giliran tancap gas. Puntiran maksimal dilakukan untuk mengetahui seberapa responsifnya FreeGo di putaran bawah. Cukup menghentak tarikan bawahnya. Lintasan yang kurang ‘bersahabat’ mengurungkan niat untuk bermanuver tajam kala melewati cone-cone yang tersedia.

Baca juga:  Yamaha MX-King 150 cc Berganti 'Jubah'

Dengan bobot ideal (102 kg + 62 kg), plus dimensi yang tergolong gambot, membuat kelincahan skutik cukup terbatas. Terlebih, lagi-lagi, pasir-pasir yang bertebaran di area pengujian.

Namun begitu memasuki trek lurus sekitar 100 m, FreeGo cukup menjawab rasa penasaran Dapurpacu. Tarikannya begitu enteng hingga menyentuh kecepatan 65 km/jam. Salut buat kinerja teknisi Yamaha, yang terbiang cukup mumpuni merancang skutik mungil namun tetap bertenaga untuk tarikan bawahnya.

Tradisi karakter mesin Mio nampaknya terbawa hingga ke FreeGo dengan disematkannya mesin yang lebih besar (124,96 cc). Penggunaan area parkir sirkuit, disinyalir jadi gambaran kondisi lalu lintas di Indonesia.

Digunakannya model S ABS ternyata punya tujuan, yaitu menguji pengereman mendadak kala menghadapi kondisi lalu lintas yang stop & go. Saya pun menjajal kondisi itu, alhasil terasa sekali getar pada handle rem depan.

Kesimpulan dari pengujian singkat tersebut, sebagai skutik dengan penggunaan harian, FreeGo bisa diandalkan. Dimensi 1905 x 690 x 1100 mm (PxLxT) plus sumbu roda 1275 mm, cukup menjawab kala menghadapi kondisi macet.

Baca juga:  Amelia: Xenia Varian Mesin 1.5 L Bakal Bersaing di Pasar Low MPV

Selap-selip diantara mobil atau bahkan bermanuver tergolong enteng, itu kami buktikan saat berslalom ria. Karakter mesin sangat oke, terlebih kala dibutuhkan untuk akselerasi, gak ada kata ‘nahan’. Tertarik? [dp/MTH]