Jalur Puncak Bogor Mulai Diperlebar, Mengurai Kemacetan? | dapurpacu.id

Jalur Puncak Bogor Mulai Diperlebar, Mengurai Kemacetan?


JAKARTA (DP) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah melakukan konstruksi pelebaran jalur Puncak Bogor, Jawa Barat. Ruas pelebaran yang dilakukan mulai dari Gadog (Ciawi) sampai Megamendung, Cisarua.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pelebaran tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan Puncak bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, yang diikuti dengan pemindahan pedagang kaki lima ke tempat yang lebih layak dan aman.

“Penataan kawasan Puncak juga merupakan salah satu upaya jangka panjang mengurangi risiko terjadinya longsor pada jalur puncak akibat adanya perubahan pemanfaatan ruang, curah hujan tinggi, dan kondisi topografi,” ujar Basuki, dalam siaran resminya, Senin (26/11) lalu.

Disisi lain, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI, Direktorat Jenderal Bina Marga Hari Suko Setiono, menuturkan paket pembangunan pelebaran jalur puncak terdiri dari pelebaran jalan Ciawi-Puncak sepanjang 5 km dan pembangunan rest area Gunung Mas.

“Nilai kontrak dari proyek ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp73 miliar. Pengerjaan telah dimulai awal November lalu, dan dilaksanakan oleh PT Anten Asri Perkasa selaku kontraktor,” tutur Hari lebih lanjut.

Hari mengatakan, pelebaran jalan Puncak tersebut dilakukan pada beberapa spot yang sebelumnya dimanfaatkan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL) atau pada bangunan liar yang berdiri di titik yang dimungkinkan untuk dilebarkan.

Nantinya, relokasi para PKL tersebut akan disiapkan rest area seluas 5 hektare di dekat kawasan Agrowisata Gunung Mas, Cisarua. Sesuai kontrak, paket pembangunan pelebaran Jalan Puncak akan selesai pada tahun 2019.

Selain melakukan pelebaran jalur Puncak, BBPJN VI Ditjen Bina Marga juga tengah menyelesaikan pembangunan duplikasi Jembatan Gadog yang berada di Kecamatan Ciawi, Puncak Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Pembangunan duplikasi jembatan ini diharapkan akan membantu mengurai kemacetan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak dan sebaliknya, yang kerap terjadi saat akhir pekan atau libur panjang.

Total panjang dari jembatan ini diproyeksikan mencapai 52 meter, dari titik awal dekat pusat oleh-oleh sebelum tikungan jembatan dari arah Ciawi hingga sebelum Tanjakan Selarong. Jembatan ini difungsikan untuk mengurangi beban lalu lintas jembatan lama yang nantinya akan tetap dipakai.

Hari menambahkan, saat ini progres pembangunan duplikasi Jembatan Gadog telah mencapai 65,29%. “Setelah selesainya diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sebelumnya sering terjadi di lokasi ini,” ujarnya.

Konstruksi jembatan yang melintang di atas Sungai Ciliwung tersebut dibangun secara terpisah tepat di samping jembatan yang sudah ada dengan masing-masing dua lajur, sehingga total terdapat empat lajur dengan jembatan lama.

Dengan adanya jembatan baru selebar 9 meter itu akan menambah lebar keseluruhan jembatan menjadi 16 meter. Jembatan itu nantinya digunakan untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak, sedangkan jembatan lama untuk arah sebaliknya.

Pembangunan jembatan telah dimulai sejak Juni 2018 yang dikerjakan oleh PT. Bumi Duta Persada selaku kontraktor pelaksana, dengan nilai kontrak Rp12,63 miliar. [dp/MTH]