Produk Isuzu Indonesia Siap Menelan Biosolar B20, Tetapi?


JAKARTA (DP) – Pemerintah melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menandatangani Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 41 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel Dalam Rangka Pembiayaan Oleh Badan Penglola Perkebunan Sawit.

Program ini memang langsung disambut positif oleh beberapa kalangan, terutama para pabrikan (agen pemegang merek/APM) yang meniagakan kendaraan komersilnya di Indonesia.

Salah satunya adalah PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Bahkan, IAMI mengklaim bahwa produk-produk Isuzu termasuk kendaraan penumpangnya, telah siap disusupi bahan bakar (BBM) Solar B20.

GM Marketing PT IAMI, Attias Asril menuturkan, sejatinya, pihak IAMI telah melakukan riset terkait kecocokan bahan bakar tersebut dengan menggunakan truk Isuzu sejak 2016 (Maret – Mei).

Bahkan, lanjut Attias, riset sebelumnya untuk Biosolar B10 dan Biosolar B15 pun telah dijalani pada 2013 dan direntang tahun 2015 – 2016.

Baca juga:  Di GIIAS 2018 Mitsubishi Fuso Hadirkan Layanan Profesional
Attias Astril GM Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

“Untuk riset Biosolar B20 telah kami lakukan sejak 2016, dengan menggunakan tiga tipe mesin dari dua segmen truk yang berbeda. Uji sampling kita lakukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU),” kata Attias, disela-sela acara ‘Diskusi Pintar Roadmap Kebijakan Biodiesel di Indonesia’, Selasa (27/11).

Dari lima SPBU tersebut, rata-rata kandungan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) berkisar di rentang 19,5% sampai 23,4%. Sedangkan unit mesin yang digunakan untuk pengujian yaitu mesin berkode 6HK1TCC commonrail 6-silinder, 4HK1TCS commonrail 4-silinder, dan 4JB1TC 4-silinder.

Untuk mesin 6-silinder (medium duty truck) diuji hingga 1.000 jam perjalanan, sementara untuk mesin 4-silinder (light duty truck) selama 400 jam perjalanan.

Dalam pengujian, teknisi IAMI juga memperhatikan seluruh komponen yang dialiri oleh bahan bakar, mulai dari filter solar, pipa dan selang bahan bakar, sampai tangki BBM.

Pasca pengujian, seluruh komponen tersebut dicek kembali di laboratorium Isuzu di Pondok Ungu, yang dilakukan oleh Souchiro Kazuta, Engine Experiment Manager Isuzu Japan Durability Experiment Group. Hasilnya, tidak ditemukan adanya masalah signifikan pada bagian mesin yang disebabkan oleh solar B20.

Baca juga:  EMCI Dan Isuzu Elf Jadi Tumpuan Sektor Pariwisata

Namun, Attias mengaku bahwa kekurangan dari penggunaan dari bbm jenis ini tentu saja ada, yaitu umur filter solar yang lebih pendek, dan pemilik kendaraan harus lebih cepat mengganti filter solar.

“Performa mesin menurun sekitar 2 – 2,5%, itu lebih karena filter solar yang lebih kotor. Kalau diganti tidak ada masalah,” tutup Attias. [dp/MTH]