Medium SUV Asal China ini Diyakini Mampu Tumbangkan Tesla


SHANGHAI (DP) – Peredaran ponsel China benar-benar lepas landas dan terbilang sukses tahun ini di berbagai penjuru dunia. Namun, apakah kesuksesan tersebut diikuti juga dengan perkembangan mobil listrik yang banyak digembar-gemborkan bakal mampu melawan pabrikan mobil dunia.

Bisa jadi SUV medium ini merupakan jawabannya. Nio ES6 digadang-gadang sebagai produk terkini pabrikan asal Shanghai yang bakal meluruhkan kesuksesan mobil-mobil listrik keluaran Tesla.

Meski beberapa sumber menyebutkan Nio tidak bisa disejajarkan dengan Tesla, namun Goodwood Festival of Speed telah menunjukkan kekagumannya pada EP9, supercar bermesin listrik yang mampu memukau publik dunia.

Belum lagi produk lainnya yakni ES8. Nama Nio memang belum terdengar nyaring di belantara pabrikan mobil dunia. Tapi perusahaan ini lebih masuk akal ketimbang banyak startup EV yang beredar di Negeri Paman Sam saat ini.

Dengan hadirnya ES6, tingkat percaya diri pabrikan mobil China kian besar, khususnya bagi Nio. Untuk itu, mari kita kupas apa keunggulan dari medium SUV tersebut.

Baca juga:  Crossover Listrik Keren Nissan Ini Meluncur 2 Tahun Lagi

Secara fisik, desainnya begitu menawan dengan minimnya tarikan garis tajam di sekujur tubuh. Sosoknya seperti menggabungkan tampilan New RAV4 dan Lamborghini Urus.

Dimensi tubuhnya pun terbilang proporsional, dengan panjang 4.850 mm, lebar 1.965 mm dan wheelbase 2.900 mm. Melirik ke kabin, atmosfer ES6 seperti kebanyakan mobil listrik pada umumnya, yaitu minimalis, dengan dua layar sebagai titik fokusnya.

Fitur-fitur unggulan pada kabin diantaranya dispenser wewangian, kulit Nappa sebagai opsional dan infotainmen AI. Paling menarik justru ada di balik kap mesinnya.

Pertama-tama ada beberapa konfigurasi yang sudah dijual dipasaran. Banderol ES6 pun dimulai dari US$51.800. Tenaganya dilontarkan dari dua motor listrik berkekuatan 70 kWh, dengan jarak tempuh hingga 250 mil (400 km).

Daya baterai tersebut tergolong ‘irit’, sementara sejatinya, ES6 mampu melontarkan 533 hp dari daya baterai yang lebih besar yakni sebesar 84 kWh. Dengan sejumlah keunggulan ini, harga jual ES6 setara US$65.000, tergolong mahal memang.

Baca juga:  Pabrikan China ini Siap Buka Mata Dunia Dengan Teknologi Driver Tablet

Namun, banderol ini masih terbilang ‘bersahabat’ dibanding Tesla yang menjual produk serupa lebih mahal dua kali lipat. Siklus NEDC mencatat, Nio mengklaim daya jelajah ES6 mampu menggapai 510 km, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 4,7 detik. Wow!!

Perbekalan teknologi terkini lain yang disematkan juga sangat menakjubkan. ES6 dilengkapi motor magnet permanen efisiensi tinggi (PM) untuk penggunaan sehari-hari dengan kecepatan rendah dan motor induksi kinerja tinggi (IM) untuk hal-hal menyenangkan. [dp/MTH]