Hyundai dan Kia Perkenalkan Teknologi Pengisian Baterai Nirkabel


SEOUL (DP) – Berbagai langkah persiapan terus dilakukan oleh pabrikan mobil dunia, mengikuti arah laju pesatnya perkembangan mobil listrik yang makin memanas. Akses kemudahan untuk pengisian daya baterai di segala tempat tentu menjadi jawaban yang dinanti-nanti.

Kondisi inilah yang tengah dan terus disiasati oleh ‘duo raksasa’ Korea Selatan, Hyundai dan Kia, agar para konsumennya pemilik mobil listrik kelak tetap nyaman kala mengendarai mobil tersebut.

Baru-baru ini, Hyundai tengah mengembangkan sistem pengisian secara nirkabel (wireless), yang dikombinasikan dengan teknologi yang diberi nama Automated Valet Parking System (AVPS).

Dalam sebuah rilis video berdurasi 1 menit 7 detik yang ‘dibintangi’ mobil konsep Le Fil Rouge dijelaskan secara gamblang bagaimana kedua teknologi ini bekerja.

Alasan Hyundai menggabungkan kedua teknologi ini adalah pada kenyataannya lokasi parkir dan pengisian daya di masa depan diyakini bakal ramai disesaki pengunjung, mengingat pertumbuhan penjualan mobil listrik yang kuat terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga:  Sambut Mobil Listrik, Jangan Sampai Indonesia Cuma Jadi Pasar

Sederhananya, apa yang dilakukan kedua teknologi ini adalah mengombinasikan proses komunikasi berkelanjutan yang terintegrasi pada kendaraan listrik, fasilitas parkir, sistem pengisian baterai wireless dan pemilik mobil.

Cara kerjanya, mengarahkan kendaraan secara otonom ke stasiun pengisian nirkabel yang kosong, lalu memindahkan kendaraan yang terisi penuh (juga secara otonom) dari stasiun pengisian, sehingga memungkinkan mobil listrik lain yang sedang menunggu untuk mengisi daya.

Informasi adanya lokasi parkir kosong pun tertera lewat perangkat smartphone, yang tentunya terkoneksi dengan mobil. Begitu baterai sudah terisi penuh, sistem AVPS akan bekerja dengan mencari area parkir yang kosong.

‘Perintah’ tersebut juga berguna kala pemilik mobil ada di lobi atau pada titik penjemputan. Hyundai dan Kia berencana memperkenalkan teknologi ini sekitar tahun 2025, saat kendaraan otonom tingkat 4 ini menjadi hal yang biasa.

Sebelum itu, keduanya juga mulai memperkenalkan kendaraan otomatisnya di berbagai kota pintar di dunia mulai tahun 2021. Dan di 2030, berencana merilis mobil otomatis yang sepenuhnya dapat berjalan sendiri (fully autonomous vehicle). [dp/MTH]