Salah Isi BBM, Apa yang Harus Dilakukan?


JAKARTA (DP) – Sering berganti mobil dengan jenis berbeda berpotensi terjadi kesalahan dalam mengisi bahan bakar, yaitu mengisi solar untuk mobil bermesin bensin atau sebaliknya. Kalau sudah begini, apa yang musti dilakukan?

Jika kedua hal itu terjadi dan Anda segera menyadarinya, jangan hidupkan mesin. Tingkat keparahan masalah ini tergantung pada seberapa banyak Anda mengisi BBM yang salah ke dalam tangki kendaraan Anda, dan juga apakah Anda mengisi bensin pada mobil diesel atau mengisi solar (diesel) pada mobil bermesin bensin? Oke, mari kita bahas kasus per kasus.

Isi Bensin ke Mobil Diesel

Sekitar 95 persen kasus salah mengisi BBM terjadi saat mengisi bensin pada mobil diesel, karena populasi mobil bensin lebih banyak. Celakanya, bensin di dalam mobil diesel menyebabkan kerusakan lebih parah, sehingga Anda harus menyiapkan dana perbaikan lebih besar.

Ketika Anda sadar akan kesalahan itu, jangan hidupkan mesin mobil. Bahkan jangan putar kunci mobil ke posisi ON, karena ini akan memicu tendangan pada pompa bahan bakar dan mencampur bahan bakar di dalam mesin. Pada mobil diesel, minyal diesel (solar) bertindak sebagai pelumas, sedangkan bensin bertindak sebagai pelarut, yang menyebabkan kerusakan pada sistem bahan bakar.

Baca juga:  'Siaga Satu' Pertamina Jelang IMF - World Bank 2018 di Bali

Tanpa pelumasan, pompa bahan bakar akan mengalami gesekan antar komponen, yang juga akan memicu masalah pada injektor tekanan tinggi. Kalau harus mengganti common rail injector system, akan menguras kantong Anda.

Ketika Anda sadar telah salah mengisi BBM, segera hentikan pengisian. Jika Anda cuma sedikit mengisikan bensin ke mobil diesel, Anda bisa tambahkan diesel hingga penuh. Karena 5 persen bensin dengan 95 persen diesel tidak akan menyebabkan kerusakan sistem bahan bakar dan mesin.

Tetapi jika BBM yang salah volumenya besar, jangan hidupkan kunci kontak dan mesin, tetapi langsung derek mobil Anda ke bengkel. Jika setir terkunci, berarti mobil harus diderek dengan posisi depan terangkat atau digendong dengan mobil khusus.

Jika sistem bahan bakar sudah dikuras untuk mengeluarkan bensin, tangki perlu diisi diesel sampai penuh untuk mengeluarkan udara dari sistem bahan bakar.

Tapi jika Anda terlanjur menghidupkan mesin atau menjalankan mobil sebelum kemudian tersadar salah mengisi BBM, tak ada jalan lain kecuali menderek kendaraan Anda ke bengkel dan menyiapkan segepok duit untuk menebus biaya perbaikan dan pembelian komponen yang rusak.

Baca juga:  Untuk Biodiesel, Indonesia Jauh Lebih Maju dari Negara Lain

Isi Diesel ke Mobil Bensin

Mengisi solar ke mobil bensin memicu masalah yang tak terlalu serius, dan tingkat kerusakannya pun tidak parah. Tapi tetap saja Anda perlu untuk mengetahui langkah-langkah penanganannya.

Bila Anda menghidupkan mesin, busi akan terlapisi oleh solar, sehingga menyebabkan mesin sulit dihidupkan dan knalpot akan mengeluarkan asap tebal sebelum akhirnya mesin akan mati. Ada kemungkinan mesin sulit dihidupkan atau mogok.

Sebaiknya, jangan hidupkan mesin saat Anda tahu salah mengisi BBM. Segera minta bantuan montir dan ikuti instruksi seperti di atas (pada mesin diesel). Beruntungnya, dalam kasus ini, kerusakan yang terjadi tidak akan terlalu parah dibandingkan mesin diesel yang diisi bensin.

Bagaimana Mencegah Salah Isi BBM?
Kebanyakan kasus salah isi BBM terjadi karena kurang konsentrasi atau karena baru berganti mobil dengan jenis mesin berbeda. Pastikan selalu cek ulang nozzle yang sesuai dengan mesin mobil Anda sebelum mengisi BBM. Biasanya ditandai dengan warna, seperti kuning, merah, biru dan hijau. [DP/TGH]