Babak Baru Manipulasi Keuangan Ala Carlos Ghosn


AMSTERDAM (DP) – Eks Chairman Renault-Nissan Carlos Ghosn ternyata tak hanya memperdaya Nissan dengan mengeruk keuntungan untuk kepentingan pribadi, tapi juga mendapat bayaran dari unit usaha di Belanda yang seharusnya tak ia dapatkan.

Menurut laporan suratkabar Prancis, Les Echos, dalam laman webnya, Minggu (13/1), Ghosn mendapatkan gaji 7 juta euro (US$8 juta) dari unit usaha patungan Nissan dan Mitsubishi di Belanda.

Les Echos juga menyebutkan bahwa Nissan dan Mitsubishi pada Juni 2017 mendirikan unit perusahaan patungan bernama Nissan Mitsubishi BV (NMBV) di Belanda, dan yang berhak mendapatkan bonus hanyalah staf dan manajer kedua produsen mobil tersebut, sedangkan direktur utama perusahaan patungan itu yang dipegang Ghosn, tidak seharusnya menerima bonus.

Tetapi pada Februari 2018, dan tanpa sepengetahuan direktur lainnya, nama Ghosn dimasukkan sebagai karyawan unit usaha tersebut, yang membuatnya memenuhi syarat untuk menerima bonus.

Namun demikian, juru bicara Nissan belum memberikan tanggapan atas pemberitaan itu.

Ghosn telah ditahan di Jepang sejak penangkapannya pada pertengahan November tahun lalu dan menghadapi berbagai dakwaan, termasuk mengurangi penghasilan dalam laporan keuangan selama lima tahun hingga 2015, meski ia membantah dakwaan itu di pengadilan pada persidangan pekan lalu.

Reuters pekan lalu melaporkan bahwa Ghosn telah menerima gaji enam digit tambahan melalui perusahaan patungan Belanda yang mengawasi aliansi Renault dengan Nissan.

Meski tidak ada yang menunjukkan bahwa pembayaran itu ilegal, tetapi praktik itu disoroti karena terkait tata kelola perusahaan dan potensi konflik kepentingan.

Skandal yang dilakukan Ghosn ini benar-benar memukul reputasi Nissan di pasar Jepang. Pasalnya, kebanyakan konsumen di Negeri Sakura yang dikenal taat membayar pajak, mulai ragu untuk membeli mobil merek Nissan sebagai dampak dari manipulasi keuangan yang dilakukan mantan bos aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi tersebut. [dp/TGH]