Ada ‘Tangan’ Astra Otoparts dalam Kelahiran Kendaraan Asli Indonesia Ini


JAKARTA (DP) – Meski bisnis intinya adalah produksi dan distribusi komponen dan sukucadang kendaraan bermotor, tapi PT Astra Otoparts juga terlibat dalam membidani kelahiran kendaraan multiguna yang mampu mendukung laju perekonomian bangsa.

Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) Hamdhani Dzulkarnaen menyatakan, Alat mekanis multiguna perdesaan (Ammdes) yang merupakan produk dari PT KMWI, yaitu perusahaan patungan antara PT Kiat Inovasi Indonesia (KII) dan PT Velasto Indonesia sebagai anak usaha Astra Otoparts, adalah kendaraan empat roda yang bisa dioperasikan untuk berbagai keperluan.

“Kami siap memproduksi Ammdes secara bertahap mulai 3.000 unit hingga dapat memenuhi target 15.000 unit per tahun,” katanya di Jakarta, Selasa (22/1).

Menurut Hamdhani, antusiasme konsumen terhadap Ammdes sangat tinggi. Pihaknya optimistis dapat memenuhi kebutuhan dan spesifikasi yang diinginkan pasar.

“Ammdes akan diproduksi di pabrik yang berlokasi di Citeureup dan Klaten,” papar dia.

Produk Ammdes dengan merek KMW ini menggunakan bahan bakar bensin dan solar yang memiliki sistem penggerak tunggal dengan kecepatan maksimal 40 km per jam. Untuk kapasitas silinder mesin tidak melebihi dari 700 cc atau setara dengan 14-15 PK, dengan daya angkut beban mencapai 700 kg.

Ammdes KMW disiapkan dengan tiga tipe, model fix bin dengan PTO Power Take Off (PTO – mengambil tenaga dari sumber daya, dan mentransmisikannya untuk aplikasi yang lain), model fixed bin dengan didukung alat mesin pertanian, dan model flat deck atau armada penumpang dengan PTO.

Untuk unit Ammdes KMW yang memiliki fasilitas integrated PTO, dapat diaplikasikan dengan alat pemecah gabah, pemutih padi, pompa irigasi, generator, dan berbagai peralatan lainnya. Ammdes sendiri dibanderol seharga Rp65 juta hingga Rp70 juta per unit.

Saat ini, Ammdes telah menjalani serangkaian uji coba dalam rangka pengembangan produksi dan telah tersedia distributor Ammdes maupun suku cadangnya, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada kesempatan yang sama. [DP/TGH]