Mercedes-Benz Indonesia Catat Rekor Penjualan Tahunan

MBDI berhasil mencatatkan angka penjualan 3.859 unit, atau naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya.

JAKARTA (DP) – Mercedes-Benz Distributor Indonesia (MBDI) berhasil mencatatkan pencapaian gemilang untuk penjualan lini produknya sepanjang 2018. Total yang berhasil direngkuhnya sebanyak 3.859 unit, atau naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perolehan tersebut diklaim merupakan rekor penjualan terbaik dalam satu tahun. Secara rinci, jumlah tersebut dikontribusikan dari mobil penumpang baru sebanyak 3.792 unit dan 90 unit dari Sprinter serta V-class.

“Pencapaian penjualan ini menjadi catatan terbaik kami di sepanjang 2018. Di tengah kondisi market premium yang sedang stagnan, kami masih mampu menjadi pemimpin brand premium di Indonesia,” kata President and CEO MBDI, Roelof Lamberts, dalam siaran resminya, Sabtu (26/1) lalu.

Sumbangsih terbesar masih dihasilkan dari penjualan jajaran produk C-class sebesar 25% atau lebih dari 900 unit, disusul E-class 22% atau 887 unit, dan produk SUV dengan tingkat pertumbuhan hingga 18%.

Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operations and Product Management MBDI mengklaim segmen SUV menyumbang lebih dari sepertiga dari seluruh penjualan Mercedes-Benz (35%), di mana model GLC dan GLA mencatat penjualan SUV tertinggi tahun lalu.

Baca juga:  Upaya Pertamina Berikan Layanan Lebih di SPBU

“Pencapaian di 2018 telah melampaui rekor penjualan kami sendiri. Istimewanya lagi, di tahun lalu, konsumen lebih banyak membeli mobil yang diproduksi di dalam negeri,” ujar Kariyanto.

“Produksi dalam negeri kita juga mengalami kenaikan sebanyak 77%. Pabrik Wanaherang telah merakit 25% lebih banyak kendaraan dibandingkan tahun sebelummya,” tambah Kariyanto.

Sebagai informasi, saat ini, sedan C-Class, E-Class dan S-Class terbaru serta GLC, GLE dan GLS dirakit di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang dengan luas 42 ha.

“Di tahun ini, lebih dari 10 unit model baru akan kami luncurkan di Indonesia, sebagai upaya kami memenuhi permintaan konsumen,” tutup Kariyanto. [dp/MTH]