Mitsubishi Xpander 1.3 Bakal ‘Ganggu’ Daihatsu Xenia?

Grand New Xenia belum berkontribusi besar pada penjualan Daihatsu sepanjang Januari lalu.

JAKARTA (DP) – Popularitas Mitsubishi Xpander di segmen low MPV yang cukup tinggi, sepertinya dimanfaatkan dengan baik oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) untuk memperbesar pangsa pasarnya. Lalu, apa yang akan dilakukan agen pemegang merek kendaraan berlogo tiga berlian ini?

Kabarnya, MMKSI akan merilis varian baru untuk Xpander, yang akan mengusung mesin lebih kecil, yakni 1.300cc. Jika itu terwujud, jelas akan berhadapan langsung dengan Daihatsu Xenia varian bermesin 1.3 liter, yang masih menjadi andalan jenama asal Jepang tersebut.

Padahal, saat peluncuran Grand New Xenia pada medio bulan lalu, PT Astra Daihatsu Motor juga merilis varian Xenia bermesin 1.500cc. Dengan begitu, titik fokus Daihatsu tak lagi ‘berpihak’ pada mesin 1.3 liter saja.

Meski begitu, sinyal bakal hadirnya mesin 1.300cc pada sektor dapurpacu Xpander belum mendapatkan restu dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC), selaku prinsipalnya.

Baca juga:  Xpander Tons of Real Happiness Raih Penghargaan Internasional

Terkait kemunculan mesin 1.500cc pada model teranyar Grand New Xenia, sejumlah pengamat menilai langkah Daihatsu itu adalah untuk mengusik ‘kenyamanan’ Xpander, yang mampu mengganggu Toyota Avanza dan Toyota Rush, yang sama-sama menggendong mesin 1.5 liter.

Tapi dengan manuver terbaru Mitsubishi, lagi-lagi bila rumor itu benar adanya, bisa jadi Daihatsu akan ‘berperang’ di dua front sekaligus, yakni di segmen low MPV 1.3 liter dan 1.5 liter.

Menanggapi kabar akan lahirnya Xpander 1.3 liter, Direktur Pemasaran PT ADM, Amelia Tjandra, menilai bahwa langkah tersebut bagus bagi konsumen, karena mereka akan memiliki lebih banyak pilihan.

“Kalau itu benar ada (Xpander mesin 1.300cc), bagus buat konsumen dong, karena konsumen disuguhi lebih banyak pilihan,” kata Amelia ketika dihubungi dapurpacu.id pekan lalu.

Bagi Daihatsu sendiri, segmen kendaraan bermesin 1.3 liter di Tanah Air cukup besar, terutama konsumen yang menginginkan kendaraan irit bahan bakar. Lagipula, segmen ini cukup banyak diserap konsumen fleet.

Baca juga:  'Jangan Paksa' Sigra Lawas Mirip New Daihatsu Sigra

Berdasarkan data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2018 lalu, Daihatsu Xenia mampu mengumpulkan angka penjualan sebanyak 29.521 unit.

Sementara untuk penjualan LMPV secara akumulatif untuk seluruh model plus varian tahun lalu mencapai 262.282 unit. Ini berarti, transaksi jual-beli Avanza serta Xenia 1.3-liter saja mampu mengumpulkan 36,2% dari total pasar LMPV.

Apalagi di segmen kendaraan berharga di bawah Rp200 jutaan, konsumen masih sensitif dengan biaya, terutama untuk pembelian bahan bakar. Dengan mesin 1.3 liter, Xenia dikenal irit bahan bakar dan bandel untuk mengarungi segala medan. [dp/MTH]