Ribuan Generasi Muda Ramaikan Millenial Road Safety Festival di Kupang

Generasi muda di seantero Kupang, NTT, memadati gelaran Millenial Road Safety Festival 2019.

JAKARTA (DP) – Halaman Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (2/2) lalu, mendadak disesaki puluhan ribu generasi muda yang telah memenuhi venue sejak pukul 05.00 WIT. Keberadaan mereka memang untuk meramaikan gelaran Millenial Road Safety Festival 2019.

Even ini sendiri digagas oleh Kepolisian Daerah NTT dalam rangka memberikan edukasi pentingnya keselamatan dalam berkendara. Berdasarkan data dari WHO, laka lantas menduduki peringkat kelima penyebab kematian yang didominasi kaum millennial.

Ragam item acara dilaksanakan selama acara berlangsung, mulai dari kampanye safety riding, aksi freestyler dari tim MPM Motor Honda Kupang, hiburan DJ, penampilan artis mural, dan lain sebagainya.

Even ini total dihadiri tidak kurang dari 10.000 kaum milenial di seantero Kupang. Kapolda NTT Irjen Pol. Drs. Raja Erizman mengatakan cukup salut dengan partisipasi generasi muda untuk meramaikan acara tersebut.

Pelepasan jalan santai oleh Kombes Pol. Drs. Tavip Yulianto.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini kaum Millennial bisa sadar pentingnya berkendara dan berlalu lintas sesuai aturan berlalulintas,” ucap Erizman, dalam siaran resminya, Minggu (3/2) lalu.

Awal kegiatan dimulai dengan jalan santai, yang dilepas oleh Irwasda Polda NTT Kombes Pol. Drs. Tavip Yulianto, melalui rute area Car Free Day Jalan El Tari sejauh 3 kilometer. Diselingi pula beragam games menarik.

“Di sini kita ajarkan mereka untuk berlalu lintas yang benar, agar mereka bawa motor tidak sembarangan, karena mereka adalah generasi penerus NTT ke depan,” kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskosat, yang turut hadir dalam acara itu.

“Kaum millennial juga harus melengkapi diri dengan kelengkapan berkendara. Mari kita sosialisasikan Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan Untuk Kemanusiaan, karena mereka adalah pemimpin masa depan. Kami berharap supaya mereka jadi penerus yang baik,” tambah Erizman.

Terkait masih cukup banyak millennial yang tidak menggunakan helm, motor tanpa kaca spion, Kapolda mengklaim melalui Dikmas, personel lalu lintas selalu turun ke lapangan datang ke sekolah, memberikan sosialisasi bagaimana berkendara dengan aman.

“Bagaimana melengkapi kelengkapan perorangan dan kendaraan supaya bisa berkendara dengan aman. Ini kita lakukan setiap hari setiap saat di manapun anak-anak ini berada baik lewat formil maupun informil, kita sosialisasikan kepada mereka,” pungkasnya.

Kapolda berharap setelah ini, mereka bisa tertib berlalu lintas untuk dirinya sendiri dan menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. Kegiatan Millennial Road Safety dijadwalkan akan dilaksanakan secara rutin sampai tercapainya Zero Accident. [dp/MTH]