Pengemudi Usia Muda Kurang Paham Fitur ini


OHIO (DP) – Siapa sangka pengemudi usia muda di dunia tidak semuanya tahu, atau bahkan mengerti seluruh fitur yang ada pada kendaraan. Sayangnya, mereka justru lebih memahami emoji pada smartphone ketimbang fitur-fitur yang tertera di dahsboard mobil.

Hal ini terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh Goodyear Auto Service and Just Tires, di Amerika pada Oktober 2018 lalu, terkait simbol peringatan yang menyala dari sistem monitoring tekanan angin ban (Tire Pressure Monitoring Sistem (TPMS)) di dashboard mobil mereka.

Hasil riset menunjukkan pengemudi usia muda, yang didominasi oleh milenial dan Gen Z, 1,5 kali lebih mudah memahami emoji populer secara benar dibandingkan harus memahami simbol peringatan tersebut.

Goodyear melihat kurangnya kesadaran pengemudi dalam mengenali simbol TPMS ini banyak menyebabkan terjadinya kerusakan ban dan memicu sejumlah kejadian kecelakaan.

Fred Thomas, VP dan GM Goodyear Retail Amerika, dalam siaran resminya, Senin (4/2) lalu, mengatakan pihaknya melihat dibutuhkan semacam edukasi untuk pengemudi berusia muda terkait fitur TPMS ini.

Baca juga:  Daihatsu Indonesia Siap Lahirkan Pebulu Tangkis Unggulan

“Hal inilah yang membuat kami berinisiatif menjadikan Goodyear Branded Outlet (GYBO) sebagai tempat bagi para pengemudi berkonsultasi mengenai TPMS dan melihat kondisi tekanan angin pada ban mobil mereka,” ujar Fred.

Dari hasil survei terhadap 1,000 orang pengemudi di Amerika mendapat kenyataan bahwa 49% dari total pengemudi usia muda dan 39% dari total keseluruhan pengemudi masih kesulitan mengenali simbol peringataan TPMS dan apa yang harus dilakukan ketika simbol itu menyala.

Sebagai informasi, TPMS merupakan sistem elektronik yang dirancang untuk mengawasi tekanan angin pada ban kendaraan, yang memudahkan pengemudi untuk dapat mengetahui kondisi ban mobil mereka secara benar.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ada beberapa kemungkinan penyebab tanda TPMS pada mobil menyala antara lain karena terjadinya kebocoran ban, kerusakan pada velg ataupun perubahan suhu yang ekstrim karena cuaca.

Tekanan angin yang tidak sesuai pada saat mobil berjalan juga dapat menyebabkan keausan telapak ban yang tidak merata, bahan bakar boros serta buruknya pengendalian kendaraan.

Baca juga:  All New Honda CR-V 'Mengekor' Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa

Berdasarkan penelitian juga ditemukan kebanyakan pengemudi yang menjadi responden tidak mengambil tindakan pencegahan untuk kendaraan mereka dalam menghadapi perubahan cuaca.

Begitu juga dengan 37% responden kenyataannya baru mengambil tindakan pencegahan selanjutnya saat kendaraan mereka sudah mengalami masalah.

Menurut Head of Communication Goodyear Indonesia, Wicaksono Soebroto, Goodyear Branded Outlet juga telah ada di Indonesia dengan misi yang sama, yaitu mengedukasi para pengendara mobil untuk mengetahui kondisi ban mereka secara berkala.

“Kehadiran GYBO sudah lam ada dan tersebar di seluruh Indonesia. Di sini, kami menyiapkan teknisi profesional untuk dapat mengedukasi para pengemudi bagaimana menjaga kendaraan mereka agar berada pada performa optimalnya di segala jenis cuaca,” pungkas Wicaksono. [dp/MTH]