Mau Coba BBM Non-Subsidi Baru? Ini Ada Racikan BP dan AKR


JAKARTA (DP) – Perusahaan minyak bumi asal Inggris, British Petroleum (BP) semakin menancapkan kuku bisnisnya di Tanah Air setelah bermitra dengan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) untuk memperluas bisnis di sektor hilir.

Dua perusahaan tersebut resmi membuka empat gerai SPBU di kawasan BSD, Cibubur, Jababeka dan Bintaro. SPBU tersebut bakal dioperasikan oleh PT Aneka Petroindo Raya, perusahaan patungan antara BP dan AKR.

“Selain empat SPBU ini, kami juga akan mendirikan 20 SPBU baru. Untuk lokasinya, masih belum mengelaborasi dan meninjau dulu empat SPBU yang baru diluncurkan,” kata Presiden Direktur BP/AKR Fuels Retail, Peter Molloy, pada acara peluncuran di Jakarta, Kamis (14/2).

Sedangkan Vice President of New Markets BP Downstream, Neale Smither, mengatakan Indonesia menjadi negara yang dituju BP untuk berinvestasi di bisnis petroleum karena mempertimbangkan ekonomi Indonesia di kawasan regional dengan pertumbuhan paling cepat. Saat ini BP memiliki lebih dari 18.000 unit SPBU di 20 negara, termasuk di Indonesia.

Baca juga:  Pertamina Akhirnya 'Lelah', Harga BBM Non Subsidi Kembali Naik

“Untuk bersaing dengan PT Pertamina (Persero), akan diberikan layanan menarik, seperti menyediakan fasilitas wifi, kafe hingga toilet difabel untuk menarik konsumennya,” papar dia.

Sedangkan Direktur Utama PT AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo, mengatakan dalam 10 tahun ke depan, targetnya akan ada 350 SPBU di Indonesia. Target pembangunan SPBU masih ada di Pulau Jawa, sampai perusahaan mengalami economic of scale.

“Kami jual BBM non-subsidi, kalau untuk BBM non-subsidi banyaknya pengguna di Pulau Jawa karena lebih banyak kendaraan bermotornya dibanding di luar Pulau Jawa,” ujar Haryanto.

Untuk besaran investasi membangun SPBU tersebut, lanjut Haryanto, tergantung oleh lokasi. Jika lokasinya sewa, cenderung lebih murah dibanding beli lahan.

“Tidak hanya itu, selain kerja sama dengan BP di sektor SPBU dan avtur, AKR juga telah mengakuisisi sektor lubricant/pelumas dan mengintegrasikan tim ke dalam AKR,” tuturnya. [dp/PNB]