Kata Joe Frans, Pasar Skuter Bermesin Kecil di Indonesia Itu Sexy!


JAKARTA (DP) – PT Maxindo Moto Nusantara resmi meniagakan skuter terbarunya C 400 X untuk pasar Indonesia, Sabtu (16/2) lalu. Meski dilepas dengan banderol mencengangkan yaitu Rp259 juta off the road, produk entry level di jajaran BMW Motorrad Indonesia ini diyakini positif diserap pasar.

Optimisme tersebut muncul dikarenakan pihak BMW Motorrad Jerman melihat perkembangan pasar skutik matik bermesin kecil cukup menggiurkan, terutama di kawasan Asia.

Menurut CEO Maxindo Moto Nusantara, Joe Frans, bagi negara di Asia, sepeda motor tanpa ‘gigi’ ini telah menjadi pilihan utama untuk kendaraan harian mereka.

Itulah mengapa, lanjut Joe, sejak dirinya melihat dari segi desain dan perencanaannya, C 400 X bakal booming untuk kedepannya sebagai skuter untuk menjelajah di perkotaan.

“Saya melihat pasar skuter dengan cc kecil terus menggiurkan dan sexy! Terutama untuk negara-negara seperti di Indonesia, Vietnam, Filipina dan lain-lainnya,” imbuhnya.

Baca juga:  Ada-ada Saja...Ini Motor++ yang Dilengkapi Drone

Meski begitu, pihak Maxindo seperti cukup tahu diri untuk tidak meminta unit ini dengan jumlah yang besar. Joe mengklaim bahwa motor ini sangat mendapat respon tinggi di negara lain, dan banyak dipesan khususnya di daratan Asia Tenggara.

“Jadi, saat ini pihak prinsipal mash dalam tahap bagi-bagi jatah untuk negara-negara yang meminta unit tersebut, dan kebetulan kebutuhan C 400 X untuk pasar Indonesia juga tidak terlalu banyak,” katanya.

Skuter Bermesin Besar Kurang Peminat
Joe mengklaim dengan hadirnya skuter bermesin 350 cc ini, volume penjualan bakal tercipta dan memang menjadi tujuan utama didatangkannya skuter ini. Hal tersebut tentunya mengikuti strategi global BMW Motorrad.

Terkait lini produk skuter BMW Motorrad sebelumnya, pernah dijual juga di berbagai negara dua skuter bermesin besar yaitu C 600 Sport dan C 650 GT. Bahkan Maxindo pernah menyusupkan keduanya ke pasar Indonesia.

Baca juga:  Suzuki Day Berlanjut ke Pondok Indah, Target Layani 300 unit Mobil

“Kedua motor ini sebenarnya sebuah produk yang bisa dibilang satu-satu skuter yang punya mesin besar, sementara lainnya antara lebih besar lagi atau lebih kecil. Jadi, keduanya terbilang bermain sendiri,” ujar Joe lebih lanjut.

Dirinya mengakui kalau motor matik dengan cc yang besar terglong kurang cocok, dikarenakan berbagai pertimbangan. Paling utama adalah terkena PPN bawang mewah.

“Luar biasa tinggi, kan sudah termasuk moge dengan cc segitu. Selain itu dari segi harga, kita akui dan yakin sekali tidak mungkin bertahan dan bersaing dengan lebih baik,” tambahnya.

“Jika pun ada yang membeli, mereka adalah konsumen freak dari produk-produk BMW Motorrad atau bagi mereka yang ingin tampil beda,” pungkasnya.

Terkait target, Joe mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa mematik angka pasti kedepannya. [dp/MTH]