Astra Suntik Lagi Go-Jek Rp1,4 Triliun, Untuk Apa?


JAKARTA (DP) – Kemitraan Astra International dengan Go-Jek tampaknya akan semakin erat setelah konglomerat bisnis ini kembali menyuntikkan dana sebesar US$100 juta (Rp1,4 triliun), yang membuat keduanya akan mengembangkan bisnis ride hailing tak hanya di kancah nasional, tapi juga regional.

Injeksi dana segar baru Astra ini merupakan bagian dari pendanaan seri F yang dikucurkan ke Go-Jek pada Februari 2019, yang dipimpin oleh investor pada tahap awal, yakni Google, JD, dan Tencent.

Menurut Go-Jek dalam pernyataan tertulisnya, awal pekan ini, Astra telah menginvestasikan total US$250 juta hingga saat ini dan keduanya telah sepakat membentuk perusahaan patungan.

Astra sendiri, yang memiliki beragam bisnis, termasuk otomotif, merupakan mitra strategis bagi Go-Jek, terutama dalam penyediaan kendaraan roda empat maupun roda dua untuk mendukung layanan tranportasi berbasis online.

Nantinya, setiap kendaraan akan dibenamkan software manajemen armada kendaraan, dan akan didukung dengan teknologi ride-hailing yang masuk dalam aplikasi milik Go-Jek, khususnya untuk layanan Go-Car.

“Gabungan kekuatan Astra di sektor otomotif dan teknologi milik Go-Jek akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kehidupan mereka,” kata CEO Go-Jek Nadiem Makarim.

Go-Jek saat ini telah berekspansi ke Singapura, Thailand, dan Vietnam pada 2018. Namun, Go-Jek menghadapi kendala terkait regulasi di Filipina. Perusahaan pimpinan Makarim ini masuk ke Filipina setelah mengakuisisi startup fintech setempat, Coins.ph senilai US$72 juta pada Januari 2019 lalu. [dp/TGH]