Test Drive New Toyota Avanza dan Veloz, Ini Lho! Bedanya


JAKARTA (DP) – Ada yang berbeda ketika dapurpacu.id duduk sebagai penumpang di bangku baris kedua New Toyota Veloz dalam perjalanan dari Cirebon menuju Semarang. Dengan waktu tempuh lebih dari tiga jam perjalanan sejauh 220 km itu, penumpang merasa lebih nyaman dan tidak capek. Mau tahu kenapa?

Perjalanan dari Cirebon menuju Semarang dan lanjut ke Magelang pada keesokan harinya bukan tanpa tujuan. Dapurpacu.id bersama sejumlah jurnalis otomotif dari Jakarta diundang Toyota Astra Motor (TAM) untuk merasakan dan menguji performa New Toyota Avanza dan Veloz, berlangsung pada 3 dan 4 Maret 2019.

Kegiatan ini sebagai pembuktian langsung dari serangkaian perbaikan yang dilakukan Toyota terhadap produk andalannya tersebut, yang tak hanya populer di Indonesia tapi juga di berbagai negara di dunia.

Dari Jakarta, tim jurnalis naik kereta api dan turun di stasiun Cirebon. Dapurpacu.id bersama tiga jurnalis senior menggunakan New Veloz. Bersama dengan peserta test drive lainnya, kami diarahkan menuju Lawangrasa Resto di wilayah Kuningan melewati Jalan Raya Cirebon-Kuningan.

Dengan kontur jalan menanjak dan menurun penuh kelokan, duduk di baris kedua terasa lebih nyaman, tentu saja dibandingkan dengan Veloz versi lawas. Toyota memang sudah menyempurnakan suspensi New Veloz dengan mengganti bushing dan per keong.

Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju Semarang melintasi Tol Trans Jawa. Lalu lintas tidak terlalu padat, bahkan terbilang cukup lengang. Melintas di jalan yang cukup beragam, mulus, tidak rata, berlubang dan bergelombang, terutama pada sambungan antara aspal dan beton.

Di jalan lurus mulus, New Veloz bisa digeber hingga 160 km per jam, namun terasa kurang stabil bahkan seperti melayang-layang. Sebaliknya, pada saat mobil melintasi sambungan antara aspal dan beton, penumpang di baris kedua merasakan guncangan yang cukup keras. Kondisi seperti ini sebenarnya lumrah saja, sebab ketika New Veloz berada dalam kecepatan normal, gejala-gejala di atas tidak terjadi.

Technical Service Division PT TAM, Didi Ahadi, menjelaskan New Toyota Avanza dan Veloz sudah lebih disempurnakan, terutama pada kaki-kaki. Setidaknya ada tiga bagian penting pada kaki-kaki yang berbeda dengan dengan versi  sebelumnya.

Baca juga:  Harapan Tinggi Honda Pada Low MPV New Mobilio

Pertama, kata Didi, shock absorber depan dan belakang yang sekarang lebih solid. begitu juga coil spring-nya yang memiliki daya puntir lebih kecil dibanding model lama. Lalu ketiga bushing yang lebih rigid. Dengan berbagai ubahan tersebut, membuat mobil tidak ajrut-ajrutan saat melaju dalam kecepatan tertentu dan gejala bodyroll sudah berkurang.

Dapurpacu.id bersama tiga jurnalis lain sangat tidak menyarankan Anda menggeber New Veloz hingga 160 km per jam, sebab kami hanya ingin mengetahui berapa kecepatan maksimal mobil ‘sejuta umat’ ini. Karena setelah itu, kami langsung mengurangi kecepatan hingga mencapai posisi paling ideal.

Sejak awal, Avanza dan kembarannya, Xenia, memang didesain sebagai kendaraan keluarga, sekali pun sudah mengalami banyak perubahan dari tahun ke tahun. Kelahiran mobil kembar ini didahului dengan survei guna mengetahui karakter sosiologis dan mobilitas keluarga Indonesia serta kondisi infrastruktur atau jalanan di berbagai daerah Indonesia. Inilah salah satu alasan, mengapa kami tidak menyarankan Anda menggeber New Veloz pada kecepatan tinggi. Selain untuk keselamatan, enggak ada untungnya juga ngebut di jalan raya.

DNA tersebut tetap melekat di New Avanza dan New Veloz, yang kini hadir memenuhi ekspektasi pelanggan akan sebuah MPV yang makin nyaman, aman, modern dan tangguh. Selain perbaikan pada kaki-kaki dan rangka, perjalanan jauh dengan kedua mobil ini semakin nyaman karena langkah  sejumlah perubahan yang dilakukan Toyota membuat tingkat kekedapan suara New Avanza dan New Veloz lebih baik dibanding pendahulunya. 

Perjalanan dari Cirebon menuju Semarang pun terasa lebih nyaman. Berada dalam kabin terasa lebih senyap berkat tambahan peredam pada bagian belakang, tengah, dan dinding kabin antara mesin dan ruang kemudi. Data yang kami peroleh menjelaskan bahwa model lama Avanza memiliki tingkat kesenyapan 49 desibel. Sedangkan model baru ini diklaim 47 desibel.

Tiba di Semarang, dapurpacu.id bersama tim, menuju beberapa obyek wisata di Kota Lumpia ini untuk melakukan sesi foto New Veloz. Sasaran kami adalah Kota Tua dan beberapa tempat lainnya, seperti Klenteng Sam Poo Kong di Bengasari, Semarang Barat.

Baca juga:  Sporty, Kesan All New Honda Brio Generasi ke-2

Sebagai informasi, Sam Poo Kong merupakan  kelenteng tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1742 dan pernah disinggahi Laksamana Tiongkok Islam Cheng Ho yang saat ini menjadi salah satu landmark Kota Semarang.

Malam harinya, rombongan test drive New Toyota Avanza dan Veloz mampir di Angkringan Blendoek untuk menikmati makan malam. Hampir sama dengan angkringan pada umumnya yang menyajikan nasi bungkus porsi mini yang dilengkapi dengan berbagai macam lauk pauk, seperti teri, rendang, ikan asin, sate dan sebagainya.

 

Tempat ini sangat ramai dikunjungi berbagai kalangan, terutama anak-anak muda Kota Semarang. Enak-enak kok menunya. Silakan mampir, kalau Anda kebetulan berlibur di kota ini.

Magelang target perjalanan New Avanza dan Veloz pada hari berikutnya. Anda juga sudah pasti tahu di kota ini terdapat ikon yang sangat populer, yaitu Candi Borobudur, salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Lalu, apa hubungannya dengan Avanza?

Secara langsung sih, memang tidak ada. Tapi, Toyota ingin mengatakan, Avanza juga tidak kalah populer, setidaknya mobil ‘sejuta umat’ yang sudah diproduksi di Indonesia selama lebih kurang dari 15 tahun ini sudah dikenal di puluhan negara. Setidaknya, Avanza sudah diekspor ke lebih dari 30 negara di dunia. Woow… kan?

Dalam perjalanan dari Semarang ke Magelang, kami berganti kendaraan dengan New Avanza versi manual. Dari hotel tempat kami menginap, dapurpacu.id duduk di kursi pengemudi. Meski pun sudah cukup lama tidak menggunakan versi manual, tapi tidak perlu lama untuk beradaptasi.

New Avanza langsung dipacu menembus lalu lintas Kota Semarang menuju tol Semarang – Yogyakarta. Toyota memang tidak melakukan improvement pada bagian mesin, transmisi dan differential. Namun, setingan mesin pada New Avanza ini terasa lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Ada yang berbeda ketika kecepatan mulai dipacu, suara mesin tidak bergemuruh. Begitu juga dengan suara berisik dari bagian kaki-kaki nyaris tak terdengar. Suspensi terasa lebih empuk dan nyaman, namun handling semakin baik.

Paling terasa saat kecepatan sudah lebih di atas 80 km per jam,  electronic power steering (EPS) menjadi lebih berat, tapi mantap, sehingga duduk di balik kemudi pun terasa semakin pede. Sebaliknya, ketika mobil berada pada kecepatan rendah, EPS terasa lebih ringan. Toyota mengakui sudah melakukan perbaikan di sektor ini.

Baca juga:  Harga Mencengangkan Buat Honda X-ADV

Dalam perjalanan menuju Magelang, dapurpacu.id juga tak lupa mencoba perangkat head unitnya yang kini sudah menggunakan layar sentuh. Sebelum menggunakan, pastikan Anda men-download aplikasi bernama T-Link pada Google Play Store untuk Android. Setelah di-install, Anda hanya perlu mensinkronisasi gadget melalui koneksi Bluetooth sembari menggunakan kabel data yang telah dipasang di head unit.

Jika Anda tidak melakukan sambungan dengan koneksi Bluetooth dan kabel data, maka gadget dengan head unit tidak akan dapat menampilkan mirroring. Hal ini menurut kami menjadi salah satu kekurangan, jika memang sudah bisa melalui perangkat Bluetooth saja atau sebaliknya, kenapa harus menggunakan dua-duanya? Selain menambah keruwetan di bagian kabin, bagi pengendara yang mengemudi sendirian hal ini cukup merepotkan.

Tak terasa kami sudah tiba di Balkondes Tuksongo. Obyek wisata ini merupakan salah satu bagian dari program kerja pemerintah (BUMN) dalam membangun potensi ekonomi desa dengan mengkolaborasikan antara sumber daya alam dan sumber daya manusia di kawasan tersebut.

Di Balkondes Tuksongo, setiap pengunjung dapat menikmati keindahan alam perbukitan Menoreh, sambil menikmati teh atau kopi hangat. Anda juga bisa terlibat langsung dalam pembuatan kerajinan tangan dari tanah liat. Pokoknya seru, apalagi kalau bawa keluarga.

Dari Balkondes perjalanan bersama New Avanza dan Veloz dilanjutkan ke pendopo plataran heritage Borobudur. Sesuai dengan namanya tempat ini berbentuk sebuah pendopo yang memiliki design menarik dengan berbagai ornamen perlengkapan dapur ala tempo dulu. Di tempat ini pengunjung akan diajarkan bagaimana membuat masakan tradisional khas Magelang. Ada tongseng, ada nasi goreng dan masih banyak menu lainnya.

Perjalanan bersama New Avanza dan Veloz berakhir di Amata Borobudur Resto, dengan arsitektur rumah joglo dan ornamen khas rumah Jawa yang menyajikan menu khas Indonesia. Jangan lupa mampir kalau kebetulan Anda sedang berada di Magelang. [dp/Gtm]