Kejar Nissan, Mobil Listrik Toyota ‘Sengat’ Eropa 2021


PARIS (DP) – Tak lama setelah Honda mengumumkan rencana ‘menyetrum’ sepertiga model kendaraan yang dipasarkan di Eropa pada 2025, Toyota tak mau kalah. Raksasa otomotif Jepang ini juga tengah menyiapkan mobil listrik untuk pasar Benua Biru pada 2021.

Di jajaran pabrikan mobil Jepang, Nissan menjadi yang terdepan dalam melahirkan mobil bertenaga listrik melalui hatchback Leaf. Bahkan model ini akan diluncurkan di Asia dan Oseania, termasuk Indonesia, pada 2020 mendatang.

Bagi Toyota, rencana merilis mobil listrik jelas menjadi ‘kejutan’, pabrikan mobil ini sekarang masih fokus menyempurnakan teknologi hybrid andalannya, yang diyakini sebagai jembatan yang lebih baik antara mesin peminum bahan bakar minyak dengan mobil berteknologi fuel-cell hidrogen, dibandingkan dengan listrik yang ditenagai oleh baterai.

Saat ini Toyota sudah memiliki model produksi massal berteknologi fuel-cell hidrogen, yakni Mirai, sementara tak satu pun dari jajaran model miliknya yang berteknologi listrik murni sejak penjualan RAV4 EV dihentikan di California pada 2014.

Baca juga:  All New Vario Sudah Terjual Hingga 8.000 Unit Lebih di Jawa Barat

Namun, seiring berjalannya waktu, Toyota sepertinya mulai berubah pikiran terkait mobil listrik. Entah apakah karena Toyota tak bisa mengabaikan ekspansi pasar mobil listrik yang semakin luas, atau sadar bahwa teknologi fuel cell masih jauh dari harapan, kita tidak tahu. Tapi raksasa otomotif Negeri Sakura ini telah mengumumkan rencana besarnya, yakni memasarkan sebuah model mobil listrik di Eropa pada 2021.

CEO Toyota Eropa, Johan van Zyl, mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum memutuskan model apa yang akan dibenamkan teknologi listrik untuk pasar Eropa. Tapi kemungkinan model yang akan ‘disetrum’ tersebut adalah SUV atau van.

Padahal sebelumnya Toyota selalu menahan diri untuk memasarkan mobil listrik di Eropa, karena mobil listrik masih jauh dari menguntungkan ketimbang hybrid. Tahun ini, Toyota memperkirakan hybrid akan menyumbang lebih dari 50 persen dari total penjualan di Eropa, dan pada 2021 angka itu akan meningkat menjadi 60 persen. Namun demikian, Toyota juga punya rencana untuk memasarkan 10 mobil listrik secara global paling cepat pada awal 2020-an.

Baca juga:  Juara Dunia Lagi, Marc Marquez Diganjar BMW M3 CS

Di belahan dunia lain, Toyota telah mengumumkan rencana menjual mobil listrik pertamanya, C-HR EV, di China mulai tahun depan. Jadi cukup masuk akal jika model SUV tersebut juga akan diboyong ke Eropa. Meski van Zyl menyatakan bahwa untuk model listrik yang akan dibawa ke Eropa masih dalam kajian.

Sebelumnya, Honda menargetkan pada 2025 mendatang semua mobil yang mereka pasarkan di Eropa tak lagi meminum BBM, tapi sudah mengadopsi teknologi listrik.

Target itu sesuai dengan rencana Honda yang dicanangkan pada 2017 lalu, yaitu dua pertiga penjualannya akan diisi oleh mobil listrik pada 2025. Ini jelas lebih cepat dari jadwal awal pada 2030, yang menjadikan raksasa otomotif Jepang ini berada di garis depan untuk mengejar target seluruh jajaran produknya tak lagi mengeluarkan emisi karbon.

Tom Gardner, Senior Vice President of Honda Motor Europe, mengatakan bahwa selaras dengan program yang diumumkan pada Maret 2017, perubahan strategi bisnis menuju era elektrifikasi telah berada di jalur yang tepat. [dp/TGH]