Toyota Bakal Bikin Pencuri Mobil Mati Kutu


LOS ANGELES (DP) – Selain karena kecelakaan, banyak orang mencemaskan keamanan mobil dari aksi pencurian, yang tak hanya membawa kabur kendaraan tapi bisa juga karena menggondol barang berharga di dalam mobil.

Sebagai salah satu pabrikan mobil yang peduli terhadap aspek keamanan dan keselamatan, Toyota saat ini tengah mengkaji sistem yang dapat menangkal aksi jahat pencuri.

Sistem anti maling yang akan dikembangkan Toyota itu memang terdengar ekstrem. Sistem tersebut akan memancarkan gas air mata ketika terdeteksi ada tangan-tangan jahil mulai berusaha membongkar pintu atau jendela dan masuk ke kabin mobil.

Teknologi tersebut baru saja didaftarkan Toyota ke US Patent & Trademark Office (USTPO), dan akan dibenamkan pada model kendaraan Toyota di masa mendatang.

Jika melihat bagan gambar dalam paten tersebut, sistem akan bekerja melalui sebuah dispenser pengharum di dalam kendaraan. Teknologi tersebut akan melakukan dua tugas, yakni menyemburkan pewangi ke seluruh bagian kabin dan sekaligus memancarkan gas air mata ketika sistem mendeteksi tanda-tanda orang akan memaksa masuk mobil.

Baca juga:  Jasa Marga Resmikan Rest Area di Ruas Tol Surabaya-Mojokerto

Dispenser pewangi ini terhubung dengan apa yang disebut Toyota sebagai ‘mobile data terminal’, yang memungkinkan pengguna menyesuaikan setelan dan memilih aroma wewangian.

Alat ini juga bisa disetel untuk menyesuaikan dengan aroma wewangian yang diinginkan oleh banyak pengguna, termasuk bisa dipakai untuk menyemprotkan zat penghilang aroma tak sedap di dalam kabin kendaraan.

Dan ketika terdeteksi seseorang akan menghidupkan mesin tanpa menggunakan mobile data terminal yang benar, maka sistem akan mematikan mesin mobil dan menyemburkan gas air mata.

Meski terdengar menjanjikan untuk menangkal aksi pencurian, sistem ini butuh pengujian lebih lanjut agar tak terjadi kesalahan dalam mendeteksi orang masuk ke dalam mobil. Kalau sampai pemilik dikira pencuri, bisa berabe, karena semburan gas air mata bisa membuat panik dan dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan. Belum lagi semprotan pewangi yang dapat mengganggu pernapasan.

Karena teknologi ini masih sebatas paten, jadi belum diketahui apakah Toyota serius akan mengembangkannya dan menerapkan sistem itu pada kendaraan Toyota di masa depan. Kita tunggu saja perkembangannya. [dp/TGH]