Tingkatkan Daya Saing IKM, Kemenperin Gandeng IOI dan TMMIN


KLATEN (DP) – Fokus Perhatian dalam pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus ditunjukkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing industri otomotif.

Kali ini, Kemenperin menggandeng Institut Otomotif Indonesia (IOI) sebagai inisiator program pengembangan IKM dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai pelaku industri yang memberikan bimbingan teknis dan dukungan penuh kepada IKM komponen otomotif di Ceper, Klaten.

“Pengembangan IKM di Koperasi Batur Jaya (KBJ) Ceper melalui proses panjang sejak 2016 dengan tanggung jawab penuh serta pengawasan dari TMMIN. Fokus pembinaan yang dilakukan meliputi penguatan fondasi struktur industri, pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter industri dan kontrol atau pengawasan kualitas,” kata Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono pada acara Kick off IKM dalam supply chain industri otomotif di Klaten, Jumat (22/3).

Awal Januari tahun ini, menurut Warih, produk IKM KBJ telah memenuhi standar kualitas dan mulai masuk sebagai rantai suplai Toyota. Sebanyak 200 cylinder sleeve per bulan, telah diproduksi Koperasi Batur Jaya yang akan dipasok ke supplier lapis 1 TMMIN yaitu PT TPR Indonesia.

Baca juga:  Kolaborasi Silang Brand Sepatu dan Mobil, Ini Hasilnya .....

“Cylinder sleeve ini selanjutnya dipergunakan oleh PT TPR Indonesia sebagai alat bantu dalam memproduksi piston ring untuk TMMIN. Selain berkonsentrasi pada pendampingan terhadap KBJ, TMMIN turut mendonasikan 5 mesin produksi berupa mesin Spectrometer, Core Making, Moulding, Small NC Milling, dan Small Milling2 kepada Koperasi Batur Jaya,” papar dia.

Akselerasi Koperasi Batur Jaya menjadi pemasok industri otomotif berstandar global, lanjut Warih, bukan melalui perjalanan mudah.

Pelatihan dan pendampingan dengan metode yang tepat, rekonstruksi ulang dengan standardisasi Toyota, dan bantuan mesin produksi, membawa koperasi Batur Jaya memenuhi persyaratan tinggi dari sisi kualitas, produktivitas, teknologi, dan kontinuitas suplai.

“Proses yang tidak instan dan kerja keras yang konsisten ini menunjukkan semangat pantang menyerah dari IKM otomotif di Indonesia,” ujar Warih.

Saat ini, pemerintah beserta pelaku industri dan stakeholder memberikan kepercayaan penuh kepada IKM untuk meningkatkan kapabilitasnya dalam menjalin kemitraan dengan industri otomotif lain dengan SDM yang mapan, teknologi mesin dan peralatan, teknis produksi, serta ketersediaan bahan baku.

Baca juga:  India Tunda Program 10.000 Mobil Listrik. Indonesia Bagaimana?

Untuk membuka kesempatan tersebut, Kemenperin memfokuskan pengembangan sentra logam di Indonesia seperti Ceper, Tegal, Yogyakarta, Sukabumi, Purbalingga, Semarang, Pasuruan, Sidoarjo, Sukabumi, dan Jabodetabek.

Dalam acara Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif, TMMIN juga menghibahkan alat bantu praktikum pendidikan kepada SMK 1 Batur Jaya Ceper berupa 1 unit mobil dan 1 unit engine.

“Industri otomotif yang kompetitif membutuhkan rantai pasok yang kuat, kami ingin berkontribusi nyata melalui pengembangan IKM otomotif. SDM berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan IKM,” tutur Direktur Administrasi, Korporasi, Hubungan Eksternal dan CSR TMMIN, Bob Azam.

Melalui semangat Toyota Berbagi (Bersama Membangun Indonesia) yang terdiri dari tiga pilar yaitu pengembangan produk dan teknologi, pembangunan industri otomotif serta tanggung jawab sosial perusahaan, Toyota berkomitmen menjadi bagian dari pengembangan industri otomotif Indonesia. [dp/PNB]