Iannone Keluhkan Engine Break Berlebihan


BUENOS AIRES (DP) – Keberuntungan lagi-lagi tidak hinggap di pundak Andrea Iannone. Ubahan pada engine break Aprilia RS-GP, yang menjadi tunggangannya justru membuat dirinya harus mengawali MotoGP Argentina dari posisi terbawah.

Usai menuntaskan FP1 dan masuk lima besar, posisi The Maniac semakin melambat ketika menjalani FP3 dan FP4 – menghuni posisi ke-20 serta ke-18. Bahkan dirinya harus rela di belakang pebalap Malaysia, Hafizh Syahrin dari Red Bull KTM Tech3.

Alih-alih berbuah hal positif, Iannone ternyata kehilangan feeling dengan motornya yang diakibatkan adanya rombakan pada sistem tersebut. Demikian seperti dirilis dari Motorsport.

“Kami mencoba untuk mendapatkan performa engine break lebih baik agar dapat memperlambat motor saat FP4. Tapi pada akhirnya, justru kami pergi ke arah berlawanan,” tutur Iannone.

“Kami membuat perubahan untuk mendapatkan sesuatu hal dan kami mendapatkan sebaliknya. Kami perlu memahami apa yang terjadi. Sabtu lalu, saya tidak menemukan motor yang sama seperti kemarin dan kami mencoba menganalisis alasannya. Ini adalah hal yang dapat terjadi dalam masa adaptasi,” ujarnya.

Baca juga:  Gelar Juara ETCC 2000 Siap Menanti Aldio Oekon

“Jelas tidak menyenangkan untuk start dari belakang. Saya belum pernah mengawali balapan dari belakang sepanjang karier saya. Bahkan dari data, ada sesuatu terjadi, (namun) tidak terjadi kemarin.

“Hal baiknya adalah sesuatu tersebut terlihat jelas oleh telemetri. [Jadi], saya tidak khawatir,” pungkasnya. [dp/MTH]