Kawasan Perumahan ini Disulap Jadi Sirkuit Sprint Rally Tarmac


JAKARTA (DP) – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat bakal menggelar latihan bersama untuk para pecinta dan pebalap sprint rally aspal, atau lebih dikenal dengan nama tarmac di sirkuit baru di kawasan Meikarta, Cikarang, akhir pekan ini (6/4).

Menurut Ketua Komisi Rally dan Sprint Rally IMI Pusat, Rifat Sungkar, dibangunnya sirkuit ini menandakan bertambahnya wadah baru lagi bagi para pelaku otomotif khususnya yang berkecimpung di cabang sprint rally.

“Adanya sirkuit ini membuat iklim balap sprint rally semakin berkembang. Sirkuit ini dibangun berkat kerja sama antara IMI Jawa Barat dan pihak Meikarta,” ujar Rifat, dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/4).

Terbuka untuk umum, uji coba sprint rally ini disediakan bagi semua yang memiliki spesifikasi mobil Sentul (ITCC, ETCC, Retro). Bagi penyuka drifting juga boleh menjajal mobilnya di sana.

“Saat ini mobil-mobil spesifikasi Sentul semakin banyak. Kami di komisi rally dan sprint rally sangat mengharapkan keikutsertaan mereka untuk merasakan bagaimana sensasi berkendara di lintasan sprint rally,” tambah Rifat.

Sementara itu, Kabid Olahraga Mobil IMI Jabar, Fredi Rostiawan, menuturkan bahwa karakter lintasan telah dirancang sesuai kebutuhan dan tetap aman.

“Karakter lintasannya sendiri dibuat semacam melingkar, kemudian ada putaran U dan S yang dilengkapi dengan alat-alat keamanan seperti barrier dan cone,” kata Fredi.

Terkait latihan bersama dan uji coba tersebut, Fredi mengatakan sprint rally tarmac di Meikarta ini adalah usahanya bersama IMI Jabar untuk menjadikan ajang sprint rally lebih menghibur khususnya bagi masyarakat luas.

“Saat ini, otomotif harus menjadi tontonan yang menghibur karena kalau tidak akan begitu-begitu saja. Saya melihat lokasi di Meikarta ini sangat strategis karena masyarakat bisa menyaksikan 1/3 track dan pastinya akan menjadi tontonan yang sangat menarik untuk mereka,” pungkasnya.

Untuk dapat mengikuti uji coba sprint rally tarmac di Meikarta, para calon peserta dikenakan biaya latihan sebesar 1 juta rupiah/mobil. Biaya tersebut sudah termasuk keperluan biaya koordinasi, track, marshal, dan pencatatan waktu. [dp/MTH]