Anggarkan Rp1,4 Triliun, Royal Enfield Siap Jor-joran Produk Baru


NEW DELHI (DP) – Royal Enfield, unit dari Eicher Motors Ltd. (EML) dan pemimpin global segmen sepeda motor kelas menengah (250-750cc), baru saja mengumumkan rencana belanja modal (capex) tahun finansial 2019-2020 sebesar US$100 juta (Rp1,4 triliun).

Penggunaan belanja modal yang telah ditentukan termasuk menyelesaikan konstruksi tahap kedua Technology Centre Vallam Vadagal di Tamil Nadu serta mempersiapkan pengembangan platform dan produk baru. Royal Enfield juga merencanakan produksi sepeda motor sebanyak 950.000 unit pada 2019-2020.

Berbicara mengenai rancangan investasi perusahaan, Siddhartha Lal, MD & CEO, Eicher Motors Ltd., mengatakan tahun ini Royal Enfield fokus pada transisi emisi BS-VI serta memperkuat kemampuan pengembangan produk dan mempersiapkan platform global baru.

Tahap berikutnya adalah pengembangan fasilitas produksi di Vallam Vadagal, di dekat Chennai, Tamil Nadu, dan diharapkan dapat mulai berproduksi pada semester kedua tahun ini, imbuhnya.

Baca juga:  Ingin Cicilan Gratis? Yuk Ikut Program Harcilnas dari Adira Finance

“Pembangunan Technology Centre kami di Chennai juga hampir rampung. Dengan jaringan distribusi yang luas di India, kehadiran di level internasional yang terus berkembang dan kemampuan pengembangan produk baru, Royal Enfield berada di jalur yang tepat untuk menumbuhkan segmen sepeda motor kelas menengah pada tahun mendatang,” katanya.

Pada tahun finansial 2019-2020, Royal Enfield mengumumkan pembentukan anak perusahaan di Thailand. Untuk memperkuat kehadirannya di kawasan ASEAN, Royal Enfield baru saja mengumumkan aktivitas perakitan di Thailand, fasilitas perakitan pertama di luar India.

Respons awal terhadap kehadiran Royal Enfield di ASEAN, sebagai salah satu pasar terbesar kendaraan roda dua, sangat meyakinkan. Dengan adanya fasilitas perakitan yang diharapkan mulai beroperasi pada semester pertama tahun finansial 2019-2020 dan rencana pengembangan jaringan dealership, Royal Enfield sangat siap untuk mengisi kekosongan segmen sepeda motor kelas menengah di wilayah ASEAN. [dp/TGH]