Toyota Siap ‘Jajah’ China Layaknya Amerika


SHANGHAI (DP) – Toyota memang belum sekuat pabrikan mobil lain di pasar China. Beda cerita dengan di pasar Amerika, di mana Toyota begitu jumawa.

Tak ingin berada di bawah bayang-bayang para rivalnya di Negeri Panda, Toyota menyiapkan strategi khusus. Toyota Motor Corp. akan menyalin kisah sukses di Amerika untuk diterapkan di China.

Target Toyota menerapkan strategi ini adalah membuat pasar China sebagai pasar terbesarnya, mengalahkan apa yang telah dicapai di Negeri Paman Sam, kata Dong Changzheng, executive vice president Toyota China.

“Langkah ini yang tengah kami usahakan sekuat tenaga,” ujar Dong di sela menghadiri Shanghai auto show pekan lalu.

Fokus Toyota itu seiring dengan semakin kuatnya merek-merek Jepang di pasar China. Pada awal 2017, Mazda Motor Corp. dan Mitsubishi Motors Corp. menjual lebih banyak kendaraan di China ketimbang di AS. Padahal kedua pabrikan ini cukup sukses di Amerika selama berpuluh-puluh tahun.

Baca juga:  Grup Bakrie Siap Bikin Bus Listrik di Indonesia

Nissan juga melego lebih banyak kendaraan di China, dan kini kondisi serupa juga dilalui Honda.

Tapi untuk Toyota, China masih menjadi pasar ketiga terbesar dan volume penjualan di negeri itu masih jauh untuk mengejar pencapaian di AS.

Dong memperkirakan penjualan Toyota di China akan meningkat 8 persen menjadi 1,6 juta kendaraan pada 2019, dibandingkan dengan 2,43 juta unit di AS tahun lalu, dan 1,89 juta di Jepang.

Menurut Dong, Toyota China tengah mengkaji praktik-praktik terbaik Toyota Motor North America untuk mengejar target di China, termasuk ketergantungan pada komponen yang diproduksi dan dikembangkan di pasar lokal.

“Produk-produk di pasar Amerika Utara terutama dikembangkan oleh Amerika Utara. Jadi litbang semuanya sudah dilokalisasi,” ucapnya.

Operasional Toyota di China memiliki peluang besar untuk memimpin dalam mengembangkan kendaraan di pasar lokal, terutama kendaraan listrik.

Tak hanya itu, Toyota China juga ingin mengadopsi lebih banyak gagasan terkait dengan layanan konsumen, di mana hal itu begitu diapresiasi di Amerika. [dp/TGH]