Daimler tak Tahu Asal Usul Limosin Mercedes Milik Kim Jong Un. Kok Bisa?

Bodyguards surround a limousine from North Korean leader Kim Jong Un's motorcade outside the railway station in the far-eastern Russian port of Vladivostok on April 24, 2019. (Photo by Kirill KUDRYAVTSEV / AFP) (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)

STUTTGART (DP) – Induk perusahaan Mercedes-Benz, Daimler, mengaku tak tahu menahu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bisa memiliki limosin mewah merek Mercedes-Benz saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut pengakuan raksasa otomotif asal Jerman itu, pihaknya tidak memiliki hubungan bisnis dengan Korea Utara.

Kim membuat kejutan saat tampil mengendarai limosin Mercedes dalam beberapa kesempatan pertemuan tingkat tinggi, termasuk berjumpa Putin pekan ini, dan sebelumnya saat bertemu Presiden AS Donald Trump.

Padahal penjualan barang mewah, termasuk limosin, ke Korea Utara dilarang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai penerapan sanksi atas negeri itu agar meninggalkan program nuklirnya.

Kim setidaknya diketahui dijemput dua limosin saat tiba di stasiun kereta Vladivostok, yakni sebuah Mercedes Maybach S600 Pullman Guard dan sebuah Mercedes Maybach S62. Pemimpin nyentrik itu juga diyakini menggunakan S600 Pullman Guard saat bertemu Trump di Singapura pada Juni 2018 lalu dan di Hanoi pada Februari 2019.

Baca juga:  Kalau Anda Punya Sopir, Jangan Seperti Donald Trump Ya!

“Kami benar-benar tidak mengetahui bagaimana kendaraan-kendaraan itu dikirim ke Korea Utara,” tegas juru bicara Daimler, Silke Mockert, kepada Associated Press medio pekan ini.

Daimler, yang bermarkas di Stuttgart, Jerman, adalah salah satu raksasa otomotif dunia yang memproduksi beragam jenis kendaraan dengan jangkauan penjualan di Eropa, Amerika Utara dan Selatan, Asia dan Afrika, sedangkan Korea Utara tak termasuk.

“Perusahaan kami tidak memiliki hubungan bisnis dengan Korea Utara selama lebih dari 15 tahun dan kami sangat mematuhi kebijakan embargo yang diterapkan Uni Eropa dan AS,” imbuhnya.

“Untuk mencegah pengiriman ke Korea Utara dan ke seluruh kedutaan besarnya di dunia, Daimler telah melaksanakan proses pengawasan ekspor secara komprehensif. Penjualan kendaraan oleh pihak ketiga, terutama kendaraan bekas, itu di luar kendali dan tanggung jawab kami,” sebut jubir perempuan Daimler itu.

Adapun limosin seperti yang dipakai Kim dibekali dengan seluruh sistem komunikasi dan hiburan mumpuni, sehingga penumpangnya tetap bisa berhubungan dengan dunia luar seraya menikmati kemewahan dan kenyamanan di dalam kabinnya. [dp/TGH]