Pasar Wait and See, Penjualan Otomotif Berat Tahun Ini


JAKARTA (DP) – Tren pelemahan di pasar otomotif global ternyata juga menular ke pasar domestik Tanah Air. Selain persaingan kian ketat, pasar saat ini mengambil sikap wait and see pasca pelaksanaan Pemilu 2019.

Produsen mobil di Indonesia mengakui tantangan untuk meningkatkan penjualan mobil pada tahun ini masih besar, walaupun permintaan beberapa merek naik karena sejumlah program khusus maupun hasil pameran otomotif.

“Kami memperkirakan penjualan pada tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada 2018. Pasar masih wait and see dan akan bergerak naik pada bulan ke-6 setelah pemilihan umum,” kata Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, di Jakarta, medio pekan ini.

Soerjopranoto menuturkan, penjualan ritel perseroan pada April turun 4% menjadi sekitar 26.600 unit, dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebanyak 27.608 unit. Adapun pangsa pasar terkoreksi sekitar 8% hingga 10%.

Baca juga:  'Dari Data Jadi Produk' Jadi Tema Workshop Toyota Fun/Code di Jakarta

“Selama pameran Telkomsel IIMS 2019 misalnya, pemintaan terhadap produk Toyota memang naik karena bertepatan dengan persiapan konsumen menjelang Lebaran, tetapi sifatnya insidental. Toyota mengantisipasi hal itu dengan meningkatkan pasokan kendaraan ke diler,” papar dia.

Lima besar penyumbang penjualan Toyota selama pameran Telkomsel IIMS 2019 adalah New Avanza sebanyak 851 unit, Rush 651 unit, Innova 452 unit, Calya 403 unit, dan Fortuner 206 unit. [dp/TGH]