DAPURPACUID – Pasar otomotif Indonesia mulai menunjukkan tren positif sepanjang awal 2026. Hingga April, penjualan mobil nasional tercatat mencapai sekitar 287 ribu unit.
Pencapaian selama empat bulan pertama di 2026 tersebut tumbuh sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni sebanyak 268 ribuan unit.
Dibalik itu, Daihatsu pun turut ‘memetik’ keuntungan itu lewat keberhasilannya mempertahankan posisi sebagai salah satu merek otomotif favorit masyarakat Indonesia.
Khususnya di segmen mobil terjangkau, alias low cost green car (LCGC). Dibuktikan sepanjang Januari – April, Daihatsu membukukan penjualan retail sebanyak 46.953 unit dengan pangsa pasar mencapai 16,3 persen.
Capaian ini sekaligus menjaga posisi Daihatsu sebagai merek nomor dua penjualan ritel otomotif secara nasional. Konsistensi ini tidak terlepas dari kuatnya lini produk yang menyasar kebutuhan keluarga hingga pelaku usaha.
Rangkaian model dengan harga terjangkau, termasuk biaya operasional yang tergolong ekonomis, masih menjadi daya tarik utama bagi konsumen di berbagai daerah.
Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani mengaku bersyukur terus konsisten dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Menurutnya disela pemaparan di Astra Biz Center, BSD, Tangerang (20/5), pencapaian ini jadi motivasi untuk terus menghadirkan kendaraan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.
“Daihatsu akan terus fokus menghadirkan kendaraan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, baik untuk kebutuhan keluarga, mobilitas harian, maupun aktivitas usaha,” imbuhnya.
Tiga Model Jadi Penopang Utama
Di segmen kendaraan penumpang, Daihatsu mencatat performa kompetitif lewat beberapa model andalannya. Sigra dan Ayla sukses menguasai market share sebesar 36,8 persen di segmen LCGC.
Capaian tersebut membuat Daihatsu tetap menjadi salah satu pemain terkuat di pasar mobil murah yang selama ini menjadi favorit masyarakat Indonesia.
Tidak hanya di segmen LCGC, Terios juga menunjukkan performa positif dengan pangsa pasar mencapai 30,4 persen di kategori SUV medium dengan harga hingga Rp300 juta.
Kombinasi harga kompetitif, efisiensi bahan bakar, serta biaya perawatan yang relatif terjangkau menjadi alasan kuat mengapa produk Daihatsu masih diminati konsumen.
Sementara di segmen kendaraan komersial, Gran Max Series kembali jadi tulang punggung penjualan. Mobil niaga ini menguasai market share hingga 63,3 persen di segmen entry commercial vehicle.

Gran Max dinilai tetap jadi pilihan utama pelaku usaha, mulai dari UMKM, bisnis logistik, hingga perusahaan yang butuh kendaraan operasional dengan biaya kepemilikan ekonomis.
Salah satu kekuatan terbesar Daihatsu terletak pada jangkauan pasarnya yang luas hingga mulai dari wilayah urban, rural atau remote area.
Kontribusi penjualan Daihatsu di wilayah pedesaan dan area terpencil mencapai 46 persen, jauh di atas rata-rata pasar nasional yang berada di angka 33 persen.
Selain itu, penjualan Daihatsu di luar wilayah Jabodetabek juga sangat dominan dengan kontribusi mencapai 81 persen, lebih tinggi dibandingkan total market sebesar 67 persen.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa Daihatsu masih menjadi merek yang kuat di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga kawasan Indonesia Bagian Timur.
Pendukung pelayanan ke pelanggan, Daihatsu memiliki jaringan purnajual luas, meliputi lebih dari 260 outlet, 170 bengkel resmi, serta 320 armada servis Daihatsu Mobile Service (DMS).
Termasuk 3.320 toko suku cadang (part shop) yang tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia, sebagai komitmen memberikan solusi mobilitas berkelanjutan bagi pelanggan. [dpid/TH]

