Tembus 1.800 Km Sekali Jalan, Ini Rahasia Canggih Teknologi Dual Mode (DM) BYD

DAPURPACUID — Bayangkan sebuah mobil keluarga yang memiliki kenyamanan, senyap, dan akselerasi instan layakah mobil listrik murni (EV).

tetapi tidak akan membuat Anda panik kehabisan baterai saat dibawa menjelajah pelosok daerah. Solusi cerdas itulah yang coba ditawarkan oleh BYD melalui perkenalan resmi Dual Mode (DM) Technology di Indonesia.

Bukan sekadar sistem hybrid biasa, DM Technology milik BYD mengusung pendekatan filosofi “Electric-First”. Artinya, motor listrik bertindak sebagai penggerak utama kendaraan untuk harian, sementara mesin bensinnya bertugas secara pintar sebagai generator pengisi daya atau penyokong tenaga tambahan saat dibutuhkan.

Di pasar global, racikan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) milik BYD ini sudah terbukti luar biasa dengan catatan penjualan kumulatif menembus 7 juta unit di seluruh dunia.

Untuk memenuhi karakter pengemudi Indonesia yang sangat beragam, BYD membagi teknologi Dual Mode ini ke dalam tiga varian sistem penggerak yang spesifik:

  1. DM-i (Dual Mode Intelligent): Varian yang paling cocok untuk mayoritas konsumen Indonesia. Sistem ini fokus penuh pada efisiensi konsumsi bahan bakar yang radikal dan kehalusan berkendara harian di kemacetan kota.

  2. DM-p (Dual Mode Powerful): Ditujukan untuk pengemudi yang haus akan kecepatan. Kolaborasi motor listrik dan mesinnya dioptimalkan untuk menyemburkan tenaga instan, torsi badak, dan karakter berkendara yang agresif.

  3. DMO (Dual Mode Off-road): Dirancang khusus untuk mobil-mobil SUV tangguh pekerja keras. Sistem ini mengutamakan penguatan torsi masif dan kestabilan traksi di medan-medan menantang seperti tanah, bebatuan, hingga jalur berlumpur.

Baca juga:  Kuasai 40% Pasar EV Nasional, BYD dan DENZA Sukses Jual 20.000 Unit

Bicara soal keiritan, angka yang dihasilkan oleh pengujian internal teknologi DM generasi terbaru ini tergolong tidak masuk akal bagi mobil bermesin konvensional. Dalam kondisi baterai penuh dan tangki bensin terisi rapat, mobil dengan teknologi DM sanggup menempuh jarak total hingga lebih dari 1.800 kilometer!

Catatan konsumsi bahan bakarnya mampu menyentuh 65 km/liter. Jika dikalkulasikan, efisiensi ini 60% jauh lebih irit dibandingkan dengan mobil keluarga bermesin bensin 1.500 cc konvensional yang saat ini banyak beredar di tanah air.

Menyesuaikan dengan dinamika berkendara di tanah air, BYD memperkenalkan jargon sekaligus identitas performa teknologi ini lewat filosofi BYD DM G.A.S.S.:

  • Gesit: Akselerasi instan tanpa jeda khas mobil listrik saat menyalip di jalan tol maupun stop-and-go di kemacetan kota.

  • Andal: Sistem komputasi pintar yang adaptif, otomatis membagi tugas antara motor listrik dan mesin bensin tergantung kondisi jalan dan ketersediaan daya baterai.

  • Senyap: Suasana kabin yang kedap dan sunyi karena minimnya getaran mesin mekanis, memberikan kenyamanan premium selama perjalanan harian.

  • Super Irit: Memangkas total biaya pengeluaran energi (bensin dan listrik) harian secara drastis, menjadikannya ramah bagi operasional jangka panjang.

Baca juga:  Kuasai 40% Pasar EV Nasional, BYD dan DENZA Sukses Jual 20.000 Unit

“Melalui pengembangan teknologi Dual Mode, BYD ingin menghadirkan solusi transisi energi yang lebih fleksibel, efisien, dan mudah diakses masyarakat luas, termasuk di Indonesia,” pungkas Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd.

Dengan klaim jarak tempuh ribuan kilometer serta keiritan yang luar biasa, teknologi DM BYD dipastikan bakal menjadi penantang terberat bagi dominasi mobil-mobil hybrid konvensional maupun mobil bensin murni yang ada di pasar Indonesia saat ini. [dpid/BGS]

Previous articleKuasai 40% Pasar EV Nasional, BYD dan DENZA Sukses Jual 20.000 Unit