Penjualan Mobil Diprediksi Lesu Tahun Ini


JAKARTA (DP) – Gaikindo mencatat penjualan mobil dari pabrikan ke dealer atau wholesale turun 13,1%, selama Januari-Maret 2019, atau sebanyak 253.863 unit, dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 292.031 unit.

Analis Bahana Sekuritas Anthony Yunus mengatakan, lemahnya penjualan mobil selama kuartal pertama tahun ini, tidak terlepas dari pengaruh belum pulihnya konsumsi masyarakat, pelemahan rupiah dan harga komoditas yang turun.

“Secara musiman, pada kuartal kedua ada sedikit perbaikan, dan pada kuartal keempat biasanya tumbuh lebih kencang. Namun secara keseluruhan tahun ini, penjualan mobil diperkirakan belum akan mengalami kenaikan atau penjualan mobil bakal sama dengan tahun lalu,’’ papar Anthony dalam pernyataan resmi pada Kamis (16/5).

Ia menghitung penjualan mobil bisa naik hingga double digit apabila ekonomi tumbuh sekitar 7%.

Selain masih rendahnya konsumsi masyarakat, produsen mobil juga bersaing cukup ketat dengan masuknya pemain dan varian baru dengan harga yang cukup bersaing, seperti keluaran Wuling, Mitsubishi Xpander dan Nissan. Ekspansi Wuling mendapat respons yang positif dari masyarakat, yang tercermin dari pertumbuhan sekitar 2% dalam setahun terakhir.

Baca juga:  Haridarma Manoppo Pertahankan Supremasi TTI di Kelas Touring

“Bahkan, Wuling sudah menyediakan layanan pembiayaan untuk memberi kemudahan akses bagi pelanggannya untuk bisa membawa pulang mobil besutan China ini,” sambungnya.

Wuling sudah mencatat Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) hingga 2.000 unit untuk produk terbarunya Wuling Almaz pada April 2019, dengan total penjualan sejak peluncuran pada Februari 2019, telah mencapai 980 unit. Nissan masih menawarkan diskon sekitar 2% untuk Nissan Livina dan Serena model terbaru, serta Mitsubishi juga masih memberikan diskon sekitar 1% varian Xpander demi mempertahankan market share.

“Namun, kami memperkirakan sepanjang tahun ini, perang diskon untuk mendongkrak penjualan mobil sudah akan berkurang signifikan karena para produsen mobil mulai menjaga margin,” ungkapnya.

Astra International sebagai produsen mobil terbesar di Indonesia, tidak lagi gencar memberikan diskon untuk mendongkrak penjualan mobil, namun mengambil strategi dengan mengeluarkan model terbaru untuk merek Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

Baca juga:  Toyota Supra Diklaim Bisa Lebih Ngebut Lagi Lho, Asalkan...

Hal ini terbukti cukup berhasil, karena market share perusahaan berkode saham ASII ini naik menjadi 53%, pada kuartal pertama 2019, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 49%.

Bahana masih merekomendasikan Beli untuk saham ASII dengan target harga Rp8.300/saham. Ia memperkirakan pendapatan hingga akhir 2019 naik sekitar 4% menjadi Rp249,3 triliun, dan laba bersih naik sekitar 5% yoy menjadi Rp23 triliun. [dp/PNB]