BBM Oktan Tinggi Banyak Dikonsumsi Pemudik


JAKARTA (DP) – PT Pertamina mencatat terjadi peningkatkan konsumsi BBM di seluruh SPBU di berbagai wilayah di Indonesia sepanjang musim mudik tahun ini. Istimewanya, pemudik semakin minati BBM beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo, Pertamax dan Dex.

Dengan tingginya tingkat konsumsi para pemudik, Tim Satgas RAFI (Ramadhan & Idul Fitri) 2019 juga terus menambah pasokan agar tidak terjadi kelangkaan bahan bakar, karena diprediksi arus mudik menuju tiga wilayah di Indonesia masih berlanjut hingga usai sholat Idul Fitri.

Kembali ke konsumsi BBM, Pertamina mencatat Pertamax Turbo mengalami kenaikan tertinggi hingga 23%. Konsumsi harian Pertamax Turbo naik hingga menembus 650 ribu liter.

Kenaikan tinggi juga terjadi pada Pertamax dan Dex, di mana Pertamax mengalami kenaikan 11% dibanding konsumsi rata-rata harian normal, serta Dex yang mengalami peningkatan hingga 15% dari rata-rata harian normal.

“ara pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi lebih banyak mengkonsumsi BBM beroktan tinggi untuk kenyamanan selama perjalanan mudik ke kampung halaman,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman.

Konsumsi BBM beroktan tinggi melonjak tajam selama musim mudik Lebaran 2019.

“Kenaikan konsumsi Dex pada H-2 Lebaran bahkan lebih tinggi 7% dibanding periode yang sama pada tahun lalu,” tambah Fajriyah.

Untuk mengamankan stok BBM selama arus mudik, Pertamina terus meningkatkan ketahanan stok BBM nasional dalam kondisi lebih dari cukup di atas rata-rata stok nasional yang dipersyaratkan.

“Pertamina juga menyiapkan stok yang cukup di sepanjang jalur mudik, termasuk pada 62 titik layanan tambahan Non SPBU seperti SPBU Modular maupun Kios Pertamina Siaga,” tegas Fajriyah.

Tambah Pasokan

Di sisi lain, Tim Satgas RAFI 2019 Pertamina MOR V juga mencatat peningkatan penyaluran BBM tertinggi di Jawa Timur. Pada H-4, Sabtu (1/6) lalu, penyaluran Gasoline meningkat 37% hingga 17.640 kilo liter (KL), dari kondisi normal 12.900 KL per hari.

Peningkatan penyaluran Gasoline cukup tinggi juga terjadi pada H-6, Kamis (30/6), menjadi sebesar 17.000 KL atau meningkat 32%.

“Tingginya jumlah pemudik yang menggunakan jalur darat, berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan BBM terutama di wilayah mudik. Tapi hal ini sudah diantisipasi oleh Pertamina dengan melakukan penambahan titik-titik layanan BBM,” ujar Rustam Aji, Unit Manager Communication & CSR MOR V.

Sebelumnya, Pertamina memprediksi terjadi kenaikan konsumsi di Jatim sebesar 12% untuk produk Gasoline selama masa Satgas, dan mengantisipasi peningkatan konsumsi Gasoline pada puncak arus mudik hingga 41%.

Persiapan Arus Balik

Selanjutnya, Pertamina melakukan persiapan untuk mengantisipasi arus wisata dan arus balik. Beberapa hal yang dilakukan adalah melakukan build up stock SPBU khususnya SPBU Toll Jalur B (Surabaya arah ke Ngawi) serta SPBU di daerah Wisata.

Kesiapan arus balik Lebaran 2019, Pertamina akan mengoptimalkan penyaluran dari Terminal BBM ke SPBU lebih awal.

Sementara untuk menghindari kemacetan lalu lintas, Pertamina mengoptimalkan penyaluran dari Terminal BBM ke SPBU lebih awal, mulai jam 00.00.

Pertamina juga tetap menyiagakan mobil tangki di 16 SPBU kantong di Jombang, Probolinggo, Lumajang, Malang, Batu, Ngawi, Pacitan, Nganjuk, dan Jember.

Pertamina memprediksi puncak arus balik terjadi pada Sabtu-Minggu (8-9/6) dan puncak berikutnya di 15-16 Juni 2019.

“Kami menghimbau, kepada para wisatawan dan masyarakat yang akan melakukan perjalanan balik, untuk mengisi penuh BBM di lokasi awal, untuk menghindari kepadatan pengisian BBM di Rest Area,” tutup Rustam. [dp/MTH]