Merasakan Sisi Lain Kala Mudik Bersama Wuling


JAKARTA (DP) – Tak kenal maka tak sayang. Itulah pepatah yang menggambarkan bagaimana untuk memilih sesuatu harus mengenal dulu sebelum membuat keputusan. Itu pula yang mungkin dirasakan sebagian besar konsumen Wuling sebelum memutuskan untuk meminang mobil merek China ini.

Dari wawancara singkat dapurpacu.id dengan sejumlah pengguna mobil Wuling selama periode mudik Lebaran 2019 lalu, rata-rata mereka mengaku puas menggunakan mobil Wuling, terutama dengan pelayanan yang memuaskan.

Hal itu pula yang dirasakan dapurpacu.id ketika mampir ke Posko Siaga Mudik Wuling di Rest Area Tol Cikampek Km 57. Sebagai pendatang baru, Wuling cukup berani tampil maksimal dengan membangun sebuah posko pelayanan yang sangat representatif.

Dibandingkan dengan posko dari merek lain, posko milik Wuling termasuk yang termewah, dilengkapi dengan ruang servis bertenda yang dapat menampung sekitar lima mobil. Sedangkan di samping area servis berdiri ruang tunggu berpendingin udara, lengkap dengan play ground untuk anak-anak bermain, televisi, kursi pijat, alat refleksi kaki dan juga pantry bagi konsumen yang ingin mencicipi makanan ringan dan minuman berupa teh dan kopi.

Digawangi lima personel, mulai dari mekanik hingga front office, para pengguna mobil Wuling yang mayoritas adalah model Confero, mengaku puas dan merasakan keramahan dari petugas yang berjaga di posko mudik.

Baca juga:  Masyarakat Pekanbaru Jajal Fitur WIND Wuling Almaz

Tak semua mobil yang mampir ke posko Wuling untuk melakukan pengecekan dan perawatan, karena banyak juga yang hanya sekadar mampir untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Menurut seorang supervisor di posko mudik Wuling, rata-rata pengunjung posko adalah mereka yang ingin mengecek kondisi kendaraan. Untuk perbaikan pada Kamis (30/5), yang merupakan hari pertama posko beroperasi, belum ada. Hanya ada satu konsumen yang mengganti aki kendaraan Wuling miliknya, sementara sisanya hanya memeriksa tekanan ban, peranti rem, cairan pendingin mesin dan pengecekan mesin.

Selain menawarkan ruang tunggu yang nyaman, Wuling juga mencoba memberikan pelayanan paripurna dengan mengedepankan keramahan. Keramahan itu juga dirasakan dapurpacu.id saat mengambil unit Cortez 1.8 bertransmisi i-AMT di dealer Wuling di Kalimalang, Jakarta Timur. Para petugas atau tenaga penjual langsung menyambut tamu yang datang ketika mereka turun dari kendaraan.

Dari sini dapurpacu.id sudah merasakan hal berbeda dari Wuling. Begitu pula ketika mulai mengendarai Cortez, terasa aura mewah dari MPV 7 tempat duduk ini, terutama dengan keberadaan sunroof yang bisa dibuka-tutup secara elektris. Kemudian juga tempat duduk depan yang pengaturannya secara elektris, rem tangan elektris yang tersusun rapi di konsol tengah bersama tombol sensor AVH dan sensor untuk menjaga jarak bodi kendaraan dengan objek di sekeliling kendaraan.

Baca juga:  Test Drive Produk Wuling, Bisa Dapat Hadiah Almaz

Di konsol itu juga terdapat tombol kecil di samping tuas perseneling untuk mengatur mode pengendaraan Eco atau Sport. Saat menggunakan mode Eco, laju kendaraan sedikit tertahan ketika terjadi perpindahan dari gigi 1 ke gigi 2 pada sekitar 2.500 rpm. Dan setelah itu perpindahan gigi mulai mulus. Sedangkan untuk mode Sport, putaran mesin akan menyalak di kisaran 3.500 rpm sebelum berpindah gigi. Dengan mode Sport, performa mesin cukup responsif, sehingga nyaman untuk mendahului kendaraan lain atau ketika berakselerasi dari posisi diam.

Bila ingin pengemudian lebih dinamis, ada pilihan mode transmisi manual. Mode ini sangat membantu ketika melintasi jalan naik turun di perbukitan atau ketika ingin berakselerasi cepat di jalan menanjak.

Suasana kabin Cortez cukup senyap, dengan road noise juga terdengar minim. Bantingan suspensi multi link di belakang juga lembut. Hanya saja gejala body roll cukup terasa ketika menikung dalam kecepatan tinggi akibat dari suspensi yang empuk tadi.

Untuk pengemudian lumayan bagus, dengan setir yang tidak terlalu ringan tapi mantap saat kecepatan tinggi. Asyiknya, dalam MID tertera beragam informasi, mulai dari suhu di luar, tekanan dan suhu semua ban, sehingga pengendalian kendaraan tetap optimal karena kondisi seluruh ban terpantau dengan baik.

Saat mengemudi di malam hari, suasana kabin menjadi berbeda ketika sunroof dibuka. Penumpang dapat menikmati pemandangan langit yang dihiasi pancaran sinar bintang-bintang dan rembulan.

Beruntungnya, ketika dapurpacu.id melakukan perjalanan malam hari pada 30 Mei, lalu lintas di Tol Cikampek, Cipali hingga Tol Solo-Kertosono tidak terlalu padat, sehingga jarak sekitar 700 km dari Jakarta hingga Jombang, hanya ditempuh dalam waktu sekitar 13 jam. Begitu juga sebaliknya saat arus balik, waktu tempuh Jombang hingga Tol Cikampek Km 57 hanya sekitar 11 jam pada 10 Juni 2019 pagi.

Yang paling berkesan dari perjalanan mudik tahun ini, selain pelayanan ramah ala Wuling, dapurpacu.id banyak menjalin ‘pertemanan’ dengan sesama pengguna Wuling. Tak hanya di rest area atau posko mudik Wuling kami saling menyapa, di sepanjang perjalanan mudik dan balik Lebaran, setiap berpapasan dengan sesama mobil Wuling, pengemudinya akan menyapa kami dengan menyalakan lampu atau membunyikan klakson. Semoga musim mudik lebaran tahun depan kami bisa merasakan performa model Wuling lainnya. [dp/TGH]