APM Siap Mendukung Aturan B30

Hino Motors mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengembangan bahan bakar solar B30.

JAKARTA (DP) — Agen pemegang merek (APM) siap mendukung aturan kewajiban penggunaan campuran minyak sawit dalam solar sebesar 30% atau biodiesel 30 (B30) untuk seluruh kendaraan bermesin diesel di Indonesia.

“Kami berharap pemerintah bisa menyesuaikan ketersediaan B30 dengan jumlah kendaraan dan konsumsi bahan bakarnya,” kata Sekretaris Umum Gabungan Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara di Jakarta, Selasa (18/6).

Sedangkan Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), Santiko Wardoyo mengatakan, sejak penerapan program B20, Hino Motors sudah siap ikut mengimplementasikan aturan pemerintah. Sehingga saat memasuki aturan B30, maka pabrikan otomotif asal Jepang ini siap mengikutinya.

“Untuk saat ini, kami pelajari tesnya sampai Oktober 2019. Setelah itu baru diputuskan penambahan atau mengubah spesifikasi kendaraan yang bersifat minor change,” papar dia.

Berkaca dari aturan B20, saat itu Hino harus menambah filter tambahan bagi kendaraannya. Sebab, umur satu filter yang biasanya dapat bertahan selama 20.000 kilometer (km), maka jadi berkurang menjadi 10.000 km.

Kelak, penerapan B30 pada tahun depan, setiap kendaraan Hino sudah siap menggunakan bahan bakar tersebut. Namun tidak ada produk baru dalam waktu dekat yang akan diperkenalkan, sehingga hanya perubahan spesifikasi saja yang diterapkan.

“Sekarang tinggal perlu diperhatikan pencampurannya agar bahan bakar yang dihasilkan bisa sempurna,” ujar Santiko.

Hino belum menjelaskan tentang investasi untuk line produksi terkait program B30. Yang jelas, Santiko berharap ada dampak tidak langsung bagi industri otomotif dari aturan ini. Misalnya dengan konsumsi CPO di pasar domestik yang meningkat, ekonomi Indonesia bisa lebih baik.

“Bila sektor ekonomi membaik, nantinya bisa meningkatkan permintaan industri otomotif,” tuturnya. [dp/PNB]