Lirik Bisnis Baru, Indomobil Siapkan Belanja Modal Rp3 Triliun


JAKARTA (DP) – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp3 triliun pada tahun ini.

Belanja modal ini hampir sama dengan realisasi tahun lalu sebesar Rp 3,06 triliun.

“Lebih dari 80% capex ini akan digunakan untuk bisnis sewa kendaraan dan logistik, untuk membeli truk lalu digunakan untuk pengangkutan,” kata Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional, Jusak Kertowidojo, di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Peluang bisnis logistik, menurut Jusak, cukup menjanjikan dan pihaknya menyasar pengangkutan atas barang kebutuhan sehari-hari dari bisnis ke bisnis.

“Permintaan barang kebutuhan sehari-hari tetap stabil. Dengan begitu, permintaan untuk pengangkutan barang, relatif stabil,” papar dia.

Tahun ini, IMAS juga berencana menambah jaringan outlet bisnis jasa service purna-jualnya. Indomobil Sukses Internasional menargetkan bisa membuka lebih dari 10 outlet baru di berbagai daerah, baik di Jawa dan luar Jawa.

Indomobil Sukses Internasional akan fokus menggarap bisnis SPBU mini dengan merek dagang Mobil, hasil kerja sama dengan penghasil minyak ExxonMobil.

“Sebelumnya masih dalam tahap uji coba dan sukses. Sebentar lagi kami akan meningkatkan jumlahnya,” ujar Jusak.

Jusak menambahkan, pasar kendaraan bermotor tidak berkembang pesat. Meskipun begitu, lini bisnis tersebut masih mendominasi portofolio pendapatan IMAS.

Per 2018, bisnis kendaraan mencakup 54% dari total pendapatan Indomobil Sukses Internasional sebesar Rp 17,55 triliun. Sementara itu, bisnis sewa kendaraan dan logistik mencakup 8,1%, bahan bakar dan pelumas 4,5%, serta jasa service 3,2%.

Capex tersebut berasal dari modal perusahaan dan pinjaman yang berupa sindikasi, obligasi, dan pinjaman bilateral. Tahun ini, IMAS menargetkan bisa mendapatkan fasilitas sindikasi dengan nilai Rp300 miliar.

Per kuartal I tahun ini, realisasi capex Indomobil Sukses Internasional sudah mencapai Rp1,41 triliun. Angka ini naik 132,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp601 miliar. [dp/TGH]