Pembuktian Sang Raja Niaga Ringan Suzuki di Banjarmasin


BANJARMASIN (DP) – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali mengajak puluhan media untuk mencoba langsung New Carry Pick Up, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 8-9 Juli lalu. Lima unit New Carry Flat Dek AC/PS berjajar rapi di depan showroom Mitra Suzuki Banjarmasin.

Dikemas dalam acara ‘Media Test Drive Suzuki New Carry Pick Up’, kota ini menjadi lokasi terakhir dari serangkaian kegiatan uji kehandalan pikap terbaru pabrikan mobil berlambang ‘S’ ini di dua kota di Indonesia.

Sebelumnya, rangkaian acara bertemakan ‘Tour ILMU New Carry Pick Up’ ini dilaksanakan di Yogyakarta dan Makassar, Sulawesi Selatan. Pihak PT SIS mengklaim ketiga kota ini merupakan lumbung terbesar penjualan Carry pick up sejauh ini.

Roy Astungkoro, Head of Digital Marketing PT SIS, mengatakan Carry Pick Up sudah dipercaya puluhan tahun menjadi teman perjalanan para pengusaha di Indonesia, terutama Banjarmasin.

“Melalui test drive ini, kami ingin rekan-rekan jurnalis merasakan langsung performa dan keunggulan mobil legendaris ini. Kami berharap, rekan-rekan jurnalis dapat menemukan sudut pandang baru dari New Carry Pick Up,” kata Roy, disela sambutannya di dealer Mitra Suzuki Banjarmasin.

Pelepasan rombongan dilakukan pada dealer yang berlokasi di Jl. A. Yani KM 5.5 No. 1, Pemurus Luar, ini. Lima unit New Carry Pick Up berkelir Real Black disediakan sebagai ‘armada’ yang digunakan seluruh media.

Sebelumnya, para awak media diajak untuk melihat langsung seluruh aktivitas dan fasilitas yang ada di dealer terbesar dan terlengkap di Kota Banjarmasin tersebut oleh Felix Han, Director of Operations Mitra Suzuki.

Usai pelepasan yang dilakukan tim manajemen PT Mitra Megah Profitmas (Mitra Suzuki), rombongan segera bergerak menuju titik pemberhentian pertama di Pondok Tepi Sawah Resto. Rute yang diambil tergolong singkat, toh, di sini para awak media hanya rolling city di perkotaan.

Baca juga:  Suzuki Hadirkan Permainan Seru Buat Bikers

Tantangan Kondisi Lalu Lintas

Setelah makan siang, pengujian sebenarnya pun dilaksanakan, rute Pelaihari – Kiram dengan melewati dan singgah di dua tempat menjadi tantangannya yaitu perkebunan sawit di PTPN XIII dan Gunung Mawar. Total jarak yang ditempuh tidak kurang dari 92 km.

Seluruh unit New Carry Pick Up yang digunakan telah memuat barang bawaan mencapai 500 kg. Hal ini sebagai simulasi saat kendaraan niaga ringan Suzuki ini kala digunakan para pengusaha dalam menekuni bisnisnya.

Tiga tantangan yang diberikan oleh pihak PT SIS dalam pengujian ini, yaitu menelusuri jalur perkotaan di Banjarmasin, efisiensi bahan bakar serta pengendalian mobil saat membawa barang di bak.

Kondisi lalu lintas yang cukup ramai di hari itu memang menjadi tantangan tersendiri bagi rombongan yang berisikan sekitar 15 unit mobil. Beruntung, dua unit Patwal ‘menemani’ perjalanan rombongan siang hari itu. Dapurpacu.id belum berada di belakang kemudi saat ini.

Menuju daerah Pelaihari, tantangan permukaan jalan tidak berarti, di mana hampir seluruh jalan yang dilewati tergolong mulus. Bodi New Carry yang mungil dengan dimensi (PxLxT) 4.195 mm x 1.765 mm x 1.910 mm, begitu lincah saat membelah ruas jalan yang kecil.

Bicara performa, mesin tipe K15B yang juga terpasang pada Ertiga, memang terbukti mumpuni kala New Carry membelah riuhnya perjalanan. Mesin murni 1.462 cc konfigurasi DOHC 16 katup mampu berakselerasi cepat kala dibutuhkan.

Akselerasi cepat dengan tenaga 95 hp dengan torsi 135 Nm pada putaran 4.400 rpm, begitu ringan dibesut saat menyusul kendaraan di depan. Tak perlu effort tinggi hingga pedal gas menempel ke lantai dek kabin.

Baca juga:  All New Ertiga Sempurna Melindungi Si Kecil

Memasuki perkebunan sawit, mulailah jalan didominasi ‘aspal merah’ dihiasi bebatuan kecil. Perpaduan suspensi depan MacPherson strut dipadu leaf rigid axle di belakang, urung membuat tubuh terguncang hebat.

Pada perkebunan sawit di Kabupaten Pelaihari, Tanah Laut, ini tidak ada kegiatan berarti selain menjajal kenyamanan New Carry pada medan jalan berbatu tersebut. Tidak berapa lama, rombongan pun mulai meninggalkan lokasi.

Tangguh di Tanjakan

Lepas dari perkebunan, lingkar kemudi diambil alih oleh Dapurpacu.id. Benar saja, apa yang dirasakan saat sebagai penumpang terkait performa terbukti. Kembali menyusuri jalan tanah dan bebatuan kerikil, kenyamanan di kabin tetap terjaga.

Posisi mengemudi pun tergolong nyaman, di mana kursi pengemudi bisa di maju-mundurkan. Begitu pun dengan dua rekan lainnya, tetap nyaman posisi kakinya. Memang posisi duduk buat penumpang tidak senyaman sedan, tubuh tegak namun kaki bisa bebas bergerak.

Hembusan AC berhasil mengusir panasnya Matahari siang hari itu. Begitu juga dengan head unit 1-DIN mampu memberikan hiburan ‘ala kadarnya’ bagi kami di kabin.

Satu yang menjadi minus dari New Carry ini. Adalah jarak pijak bodi ke tanah yang tergolong rendah. Beberapa kali pelindung mesin di bawah kabin tersentuh undakan tanah yang terbentuk di perkebunan.

Dimaklumi, dengan ukuran pelek 13 inci (165/80) memang tergolong kecil, namun tetap mumpuni kala di permukaan aspal. Sambil lalu saya coba melirik desain panel meter dari pikap seharga Rp166 juta OTR Banjarmasin ini.

Cukup rapih meski sederhana, dilengkapi MID mungil di bagian bawah yang berisikan jarak tempuh keseluruhan, trip A dan B, serta penunjuk bahan bakar.

Rute berikutnya menuju kawasan wisata Kiram tetap dihiasi ruas jalan kecil dua arah. Halus secara keseluruhan untuk permukaan jalan yang dilewati rombongan. Dan saya pun mulai menikmati berada di dalam kabin mobil ini.

Baca juga:  Beli Suzuki GSX-R150 Sekarang Bisa Dapat Vest Keren ini

Perpindahan tiap gear tergolong halus dan mudah, hanya saja seting pedal kopling yang tergolong tinggi. Toh kondisi ini dapat ‘beresin’ begitu Anda sang calon pemilik berkunjung ke dealer resmi.

Akselerasi dari putaran bawah hingga menengah sepertinya menjadi tujuan dari kegiatan pengujian New Carry ini. Dalam pengawalan Patwal, sering kali rombongan diajak bermanuver melewati deretan kendaraan di depan.

Tidak butuh effort besar untuk melewatinya, bahkan acapkali saya menggunakan gear 3 dan tidak melulu menginjak pedal serata lantai. Cukup santai saja, kendaraan besar yang banyak melintasi ruas jalan itu dilewati dengan mudah.

Begitu memasuki kawasan Gunung Mawar, kondisi jalan pun mulai beragam, mulai dari tikungan landai, tanjakan dan turunan dengan kontur ‘cilup baa’.

Awalnya saya meragukan kemampuan New Carry dengan bawaan setengah ton di belakang, apakah kelincahan dan ketangguhan New Carry mampu menanggulanginya. Ternyata dugaan bertolak belakang, karakter mesin Ertiga berhasil menghilangkan anggapan tersebut.

Dengan mudahnya saya melibasnya, sementara posisi gear berada di 3. Optimalisasi performa yang sepertinya dirancang pada putaran bawah hingga menengah, membuat New Carry mampu dengan mulus dipacu.

Dengan berhentinya seluruh rombongan di kawasan wisata Kiram, berakhir pula kegiatan pengujian New Carry. Secara keseluruhan, racikan jitu para insinyur Suzuki untuk menyusupkan mesin K15B terbukti ampuh bagi New Carry.

Terlebih lagi dengan konsep ILMU (I: Irit bensin dan perawatan, L: Lama umur pakainya, M: Muat banyak, U: Untung di ujung), yang dipasangkan kiranya mampu merubah image bahwa kendaraan niaga tidak harus ‘ala kadarnya’ pada performa. [dp/MTH]