DFSK Glory 560 Siap Dikirim ke Negara-Negara di ASEAN


TANGERANG (DP) – Bila Anda berkesempatan untuk singgah ke booth DFSK di Hall 6A ajang pameran GIIAS 2019, akan terlihat dua produk PT Sokonindo Automobile yang dipasangkan papan bertuliskan ‘exported vehicle’ di atap keduanya.

Adalah Glory 580 dan kendaraan niaga ringan DFSK Super Cab, yang telah memulai rangkaian pengiriman unit ke sejumlah negara di kawasan Asia sejak akhir tahun 2018.

Managing Director of Sales Centre PT Sokonindo Automobile, Franz Wang mengakui bahwa pihaknya melakukan bisnis di Indonesia dengan beragam langkah serius. Berbekal investasi hingga mencapai 150 juta dolar, pertajam performanya di pasar domestik tentu menjadi ujung tombaknya.

“DFSK membangun fasilitas produksi di Indonesia dengan mempertimbangkan pemenuhan pasar dalam dan luar negeri dengan kendaraan-kendaraan yang berkualitas tinggi,” ujar Franz, disela bincang-bincang santai di booth DFSK beberapa waktu lalu.

“Setelah mulai memenuhi pasar domestik, kami berkomitmen untuk melayani kebutuhan pasar luar negeri ke sejumlah negara di kawasan ASEAN sebagai awalnya,” tambah Franz.

Baca juga:  Glory Day Ajak Konsumen DFSK Bali Seru-seruan di Akhir Pekan

 

Diperuntukkan sebagai basis produksi untuk pasar lokal, pabrik DFSK di Cikande, Serang, Banten, pabrik ini sendiri telah disusupi teknologi industri 4.0.

Sebagai informasi, pabrik DFSK di Cikande ini merupakan pabrik kedua secara global yang berada di luar China. Yang artinya pabrik tersebut didapuk menjadi basis sebagai kelanjutan ekspansi merek DFSK di dunia

“DFSK masuk ke Indonesia melalui tiga langkah, berakar di Indonesia, ekspansi ke Asia Tenggara, dan didistribusikan ke seluruh dunia. Kami meyakini mampu memenuhi kebutuhan konsumen kami dengan kendaraan-kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Super Cab menjadi model pertama yang dikirim ke luar negeri dengan negara tujuan Srilanka dan Thailand. Dua tipe yang di ekspor yaitu seri 1.5 L Gasoline dan 1.3 T Diesel.

Di tahun ini, DFSK mengembangkan cakupan negara tujuan ekspornya hingga Filipina dan Cina, yang sebagian besar dalam bentuk terurai (Completely Knock Down/CKD).

Baca juga:  Glory Day Ajak Konsumen DFSK Bali Seru-seruan di Akhir Pekan

Bersamaan dengan itu, Glory 580 pun memulai pengiriman sejak Desember 2018, dengan tujuan ekspor ke Thailand. Sementara untuk unit yang diboyong ke Negara Gajah Putih tersebut yakni tipe 1.5 CVT Luxury.

Ekspansi inisiasi ekspor pun terus dilakukan terutama ke negara-negara dengan setir mobil kanan. Berbagai negara seperti Sri Lanka, Nepal, Hongkong dan Bangladesh menjadi tujuan negara ekspor sepanjang tahun ini dengan tipe 1.5 CVT & M/T Luxury dalam CKD.

Penjajakan untuk ekspor juga bakal dilakukan dengan mempersiapkan Glory 560 untuk pasar ekspor yang sama seperti pendahulunya. Sejauh ini pasar-pasar tersebut berpeluang besar karena memiliki kesamaan dengan karakteristik pasar di Indonesia.

“Langkah ekspor ini menjadi bukti kepada konsumen bahwa kendaraan-kendaraan yang kami produksi memang berkualitas tinggi dan memenuhi standar global,” tutup Franz. [dp/MTH]