Tips Memilih GPS Tracker ‘Pintar’ Untuk Kendaraan


DAPURPACU – Urusan dengan ‘Si tangan jahil’ memang bikin gemas. Bagaimana tidak, barang kesayangan harus raib begitu saja, terlebih jika hal itu terjadi pada kendaraan yang sering digunakan untuk beraktivitas.

Melihat hal itu, keberadaan alat pelacak atau lazim disebut GPS tracker menjadi sesuatu yang diperlukan. Bahkan saat ini peranti tersebut menjadi hal yang lumrah bila dipasangkan pada kendaraan.

Saat ini, beragam peranti tersebut sudah mulai banyak dijual dipasaran dengan berbagai merek dan keunggulannya. Namun, ada beberapa hal yang patut diketahui dalam memilih GPS tracker agar tidak salah membeli.

Ade Habibie, Chief of Media and Brand Activation PT Super Spring, dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/8), mengatakan dalam menentukan GPS tracker yang tepat harus pastikan sistemnya punya fitur lengkap.

Selain itu, lanjutnya, peranti ini tak hanya dapat melacak kendaraan saja, juga bisa memantau rute perjalanan selama beberapa bulan terakhir, kecepatan, mendengarkan suara dalam kabin, dan sensor batas kecepatan.

“Tak kalah penting adalah adanya tombol darurat (SOS), fitur matikan Mesin (engine cut off) dari jarak jauh, sensor mesin kendaraan (hidup atau mati), dan lain sebagainya,” ujar Ade di sela malam penganugerahan TOP Brand 2019 di Jakarta, 20 Agustus lalu.

“Pastikan GPS Tracker mempunyai kemampuan pelacakan Real Time, dan keakuratan posisi kendaraan saat itu juga. Jangan sampai saat kita perlu mengejar kendaraan yang diambil maling, kita kesulitan karena tidak realtime,” imbuhnya lagi.

Ade menyarankan untuk memilih GPS Tracker yang telah dilengkapi sistem monitoring yang mudah dipahami, dan didukung aplikasi yang bisa diakses di banyak perangkat baik via PC maupun gawai Anda.

Kemudian history lengkap kendaraan, mudah dibaca, dipahami, diunduh dengan format yang mendukung hingga di print sehingga bisa dijadikan bukti valid atas aktivitas kendaraan.

“Pilih GPS Tracker yang mempunyai server center sendiri, dikelola oleh perusahaan tersebut. Usahakan tidak memilih GPS Tracker yang server-nya menyewa pada penyedia hosting, bahkan ada juga yang numpang di hosting gratisan,” saran Ade.

Ade menambahkan kekurangan GPS Tracker yang tidak memiliki server sendiri antara lain kuota penyimpanan pada server sangat minim dan waktu akses akan lebih lambat, karena server menangani segala macam data dan traffic yang tinggi bersamaan pengguna lain yang penggunaannya memang tidak difokuskan untuk GPS.

Kemudian karena server bukan milik sendiri maka konsumen akan dikenai biaya, juga ada yang trial gratis untuk bulan atau tahun pertama selanjutnya akan dikenai biaya, ada juga yg gratis tentu dengan segala kekurangan.

GPS Tracker merupakan produk investasi jangka panjang. Akhir-akhir ini banyak perusahaan GPS yang berdiri namun tidan sedikit yang tidak konsisten hingga akhirnya perusahaan tutup.

Jika GPS Tracker yang Anda beli tidak ada lagi dukungan dan layanan, tak akan ada fungsinya lagi. Pastikan perusahaan GPS tersebut sudah beroperasi di Indonesia sejak lama.

Ijin Resmi dan Sertifikasi Postel. Ini salah satu yang paling penting. Jangan sampai nanti IMEI pada GPS terblokir karena masuk Indonesia secara ilegal atau tidak resmi.

Kualitas Versus Harga. Jangan mudah jatuh hati dengan harga murah. Yang terpenting pelayanan after sales-nya, seperti memiliki layanan pendukung 24 jam dan layanan bantuan teknis yang tersedia di banyak kota.

Raih Penghargaan Atas Kepercayaan Masyarakat

Atas kepercayaan yang diberikan masyarakat khususnya pemilik kendaraan, PT Super Spring melalui produk andalannya GPS Tracker kembali meraih penghargaan Top Brand Award 2019. Istimewanya, prestasi ini menjadi yang kedua kalinya berturut-turut didapat.

Sebagai informasi, Top Brand Award merupakan penghargaan dari Frontier Group berdasarkan hasil survei kepada masyarakat tentang merek sebuah produk. Dan penghargaan ini menjadi yang kedua diraih oleh PT Super Spring.

“TOP BRAND Award merupakan suatu pengakuan untuk kami juga sebagai tambahan intagible asset bagi perusahaan, sehingga merk kami semakin dikenal dan memiliki efek jangka panjang yang baik bagi perusahaan,” tambah Ade.

Termotivasi mempertahankan gelar tersebut, Ade pun terus meningkatkan aktivitas marketingnya seperti mengikuti banyak kegiatan even dan pameran di berbagai tempat.

Bahkan untuk lebih memperkenalkan lagi produknya tersebut, PT Super Spring banyak melakukan kerja sama dengan sejumlah komunitas otomotif, seperti Calya Sigra Club (CALSIC).

Bentuknya, menjalin kesepakatan untuk mendapatkan promo harga komunitas dan support kegiatan acara JAMNAS dan Anniversary komunitas pemilik Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.

“Dengan kerja sama antara PT Super Spring dengan CALSIC ataupun komunitas lainnya, tentunya bertujuan dapat mengomunikasikan produk kami agar bisa diterima di komunitas ataupun kerabat dari para member, sehingga merk ini semakin dikenal oleh kalangan komunitas.”

“Apalagi pemilik kendaraan Calya Sigra ini banyak yang menjadikan kendaraannya taxi online sehingga merupakan market yang tepat untuk mengkomunikasikan produk kami,” tutup Ade. [dp/MTH]