Layakkah DFSK Diserap Konsumen Indonesia? (Bag. 3 – Habis)


DAPURPACU – Kesimpulan yang bisa diambil dari pengujian perdana Dapurpacu.id pada Glory 560 adalah DFSK cukup brilian memboyong produk untuk mengisi segmen yang tengah digandrungi di dunia, termasuk Indonesia. Berbekal produksi secara lokal di Cikande, Serang, Banten, menjadikan banderol yang ditawarkan kepada konsumen pun tergolong ‘ramah’ di kantong.

Terlebih sajian nan lengkap berupa garansi super 7 tahun atau 150 ribu kilometer, tentu menjadi bumbu yang ternikmat buat konsumen kala memiliki produk keluaran DFSK. Namun, apakah semua suguhan itu sudah cukup menepis sentimen publik Tanah Air pada produk-produk keluaran Negeri Tirai Bambu tersebut?

Patut diperhitungkan juga gerak dari ‘saudara’ senegeri, Wuling Motors, yang terlebih dulu hadir di Indonesia. Perjuangannya selama kurun waktu dua tahun di pasar otomotif Indonesia sejak Juli 2017, tidak lantas membuat Wuling nyerah akan ‘kerasnya’ persaingan dengan para pemain pendahulu yang didominasi pabrikan Jepang dan Eropa.

Dimunculkannya Confero sebagai produk perdana, langsung membuat pabrikan Jepang gelisah. Bagaimana tidak, bertatapan langsung dengan rival terkuat di segmen low MPV seperti duo Astra, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, cukup mencengangkan dengan racikan harga yang digelontorkan.

Glory 560 sudah mulai diproduksi di pabrik di Modern Cikande Industrial Estate, Serang, Banten.

Begitu juga dengan Cortez yang mengisi segmen medium MPV, dan Almaz di kelas medium SUV. Terkait Formo yang diluncurkan untuk mengisi segmen niaga ringan, memang belum ada informasi detil. Hanya saja, Senior Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani pernah berucap penjualan Formo hanya menyumbangkan satu persen.

Baca juga:  Kali Kedua Dimunculkan, DFSK Glory E3 Siap Diproduksi?

“Kontribusi Formo kecil karena mengisi segmen komersial, kami fokus pada produk-produk lainnya,” ujar Dian, seperti dikutip Viva beberapa waktu lalu.

Melirik track record penjualan, Wuling memang masih lebih baik ketimbang DFSK. Bahkan, salah satu produknya yakni Almaz, berhasil masuk jajaran 20 mobil terlaris sepanjang Juli 2019 secara wholesales berdasarkan data Gaikindo.

Di sini, Almaz menduduki peringkat ke 18 dengan torehan angka wholesales sebanyak 1.068 unit, sementara untuk produk DFSK, yang diwakili Glory 580 dan Glory 560, hanya mampu mengukir angka penjualan ke dealer minim selama bulan tersebut. Untuk Glory 580 tergapai 16 unit, sedangkan Glory 560 tercapai 253 unit sepanjang Juli 2019.

Namun, periode Januari – Juli 2019, DFSK mencatatkan penjualan sebanyak 1.780 unit. Dari jumlah itu, model pikap yakni Super Cab justru mendominasi ketimbang mobil penumpang, dengan torehan angka penjualan sebesar 936 unit, seperti dikutip dari Bisnis.com.

Meski begitu, Glory 560 telah membuktikan bahwa SUV ini cukup positif diserap oleh masyarakat Indonesia, dengan torehan angka pemesanan yang diklaim hingga mencapai 2.000 unit sejak diluncurkan akhir April 2019. Tepatnya di ajang Indonesia International Motor Show lalu.

Menggeliatnya sektor kendaraan komersial setelah tahun lalu tergolong ‘tengkurep’, diyakini menjadi alasan mengapa penjualan Super Cab begitu moncer selama periode tersebut. Bahkan untuk ekspor sekalipun. Tapi bukan berarti unit DFSK lainnya tidak bergairah.

Baca juga:  Test Drive Glory 560: Performa Asyik! Jangan Lirik Konsumsi BBM (Bag. 2)

“Target (penjualan) DFSK tahun ini mencapai 12 ribu unit, yang dihasilkan dari penjualan domestik dan ekspor dengan mengandalkan Glory 580 dan Super Cab. Sedangkan untuk Glory 560, dari jumlah 2.000 unit yang terpesan baru sekitar 500an unit terkirim ke konsumen,” jelas Arviane d.b. PR & Digital Manager PT Sokonindo Automobile, saat dihubungi Dapurpacu.id.

DFSK Glory 560 berhasil menyita perhatian pengunjung di ajang Telkomsel IIMS 2019.

Wanita yang akrab disapa Anne ini pun berharap tersisa empat bulan ke depan, pencapaian target di awal tahun bisa tergapai. Tiga pameran otomotif yang bakal dihelat di kota besar di Indonesia yaitu GIIAS Makassar, GIIAS Medan dan IIMS Surabaya di bulan November mendatang, diyakini menjadi pemicu pencapaian DFSK hingga di penghujung tahun.

Pertanyaan besarnya, apakah merek Tiongkok kedua sekaligus termuda di Indonesia bisa dikatakan layak ‘berdagang’ dan diserap konsumen? Ingat saja, ambisi DFSK untuk membangun jaringan guna menepis keraguan konsumen pasca pembelian dan pada layanan purna jualan dibuktikan dengan telah berdirinya 60 an outlet.

“60 lebih dealer telah beroperasi, mulai di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Lombok. Hanya di Papua yang belum ada dealer DFSK di sana. Target (dealer) 90 sampai akhir tahun 2019,” lanjut Anne.

Baca juga:  DFSK Glory i-Auto Mulai Menyapa Indonesia Timur
Dealer DFSK Padang

Balik ke soal pertanyaan, menepis keraguan konsumen, baik Glory 580 maupun Glory 560 telah melampaui serangkaian pengujian di negara asalnya di Cina. Bahkan pengujian jalan tersebut mampu melewati batas garansi yang diberikan PT Sokonindo Automobile yakni 150.000 km.

Sebagai contohnya, Glory 560 yang melakukan pengujian darat dari Chongqing, China ke Dataran Tinggi Qinghai, Tibet dengan ketinggian rata-rata lebih dari 3.500 meter di bawah permukaan laut, dan kemudian ke jalan tertinggi di Pegunungan Himalaya hingga 5.200 mdpl.

Melewati lebih dari 29 gunung sepanjang 4.200 meter, DFSK Glory 560 mengatasi semua jenis kondisi jalan yang sulit dan rumit.

Bicara penjualan, hadir perdana di Cina pada November 2017, Glory 560 berhasil terjual sebanyak 100 ribu unit pada 2018, dan berbuah penghargaan dari media ternama di Cina untuk kategori ‘Best SUV’.

Terkait biaya perawatannya untuk Glory 580 maupun Glory 560 terbilang sama. Biaya perawatan jasa dan suku cadang Glory dengan mesin 1.5 Turbo untuk 50.000 kilometer pertama atau periode 2 tahun mulai dari Rp5 jutaan. Kemudian biaya jasa dan suku cadang untuk Glory dengan mesin 1.8 L mulai dari 4 jutaan.

Bagi konsumen yang melakukan pembelian produk DFSK bisa mendapatkan promo free maintenance 2 tahun/50.000 km. Promo ini berlaku untuk pembelian unit hingga 28 September 2019. Anda masih ragu? [dp/MTH]