Yamaha vs Marquez, Hilangnya Horor Friday The 13 di Misano


DAPURPACU – Yamaha benar-benar menunjukkan tajinya pada free practice kedua (FP2) seri MotoGP San Marino yang berlangsung di Sirkuit Misano, Italia, Jumat (13/9). Empat Yamaha M1 mampu menduduki top 5 pada sesi latihan tersebut.

Dapat dikatakan pencapaian ini menjadi yang pertama kali terjadi, dan tunggangan para rider Yamaha mampu menunjukkan performanya dalam kondisi trek yang menyengat.

Adalah Maverick Vinales, Fabio Quartararo, Valentino Rossi dan Franco Morbidelli yang mengisi slot kelima berhasil menempati lima besar FP2, sementara ‘jagoan’ Honda Repsol, Marc Marquez menyusup di urutan ketiga.

Ternyata, apa yang telah diusulkan selama dua hari pengujian di akhir Agustus lalu, cukup membuahkan hasil. Vinales mampu membukukan waktu tercepat 1 menit 32,775 detik, disusul Quartararo terpaut waktu 0,057 detik.

Sebagai informasi, pada pengujian di Misano bulan lalu, M1 telah disusupi beberapa perangkat baru seperti swingarm karbon, knalpot ganda, serta peningkatan pada sistem elektrik dan performa mesin. Ajaibnya, torehan waktu yang diraih Vinales tanpa dibubuhi perangkat-perangkat tersebut.

Baca juga:  Aprilia Shiver 900 Tampil Perdana di Pusat Perbelanjaan Indonesia

“Saya pikir, kami perlu lebih banyak lap untuk memahami betul ubahan pada motor, jika dan apa pengaruhnya dari perangkat baru itu. Untuk beberapa alasan, feeling saya sangat baik dengan motor standar kami,” ucap pemenang MotoGP Assen ini.

“Saya tidak bermaksud untuk mengubah feeling tersebut, sebab kami begitu kompetitif di lintasan dari putaran pertama. Dalam kondisi panas Yamaha bekerja sangat baik, itu benar-benar sangat positif,” tambahnya.

Pada pengetesan di Misano akhir Agustus lalu, Vinales mengukir waktu tercepat 1 menit 32, 576 detik, lebih baik dibandingkan waktu yang diraihnya pada FP2 Jumat lalu. Sementara Rossi yang menggunakan knalpot ganda layaknya Suzuki tercapai waktu 0,695 detik.

“Tidak jauh lebih lambat dari pengetesan (kemarin). Saat itu kami telah bekerja dengan baik dan hanya menggunakan ban yang lebih keras. Saya ingin mencari tahu cara mengatasi kondisi lintasan yang berminyak, dan progres saya cukup baik,” lanjutnya.

Baca juga:  Aprilia Shiver 900 Tampil Perdana di Pusat Perbelanjaan Indonesia

“Kejutan terbesar bagi saya adalah meskipun (lintasan) panas kami sangat kuat. Itu penting, dan semua orang di Yamaha bekerja sangat keras. Tidak seperti sekarang, trek itu tidak licin pada 2018. Selama pengetesan, kami meningkat di tikungan lambat, seangkan di tikungan cepat kita harus menjadi lebih baik.”

“Selangkah demi selangkah, kami mampu mendekati performa tim lain, meskipun kami masih punya kelemahan saat kecepatan tinggi. Namun setidaknya kami telah mengejar ketertinggalan di sektor lain,” pungkas Vinales. [dp/MTH]