Di Hadapan Publik Malang, Farudila Adam Kandaskan Tommy Salim | dapurpacu.id

Di Hadapan Publik Malang, Farudila Adam Kandaskan Tommy Salim


DAPURPACU – Seri keempat balap supermoto Trial Game Asphalt 2019 mampu menyuguhkan aura persaingan menarik dari para pebalap yang tampil di kelas utama. Berlaga di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Farudila Adam mampu tampil ciamik di hadapan publiknya sendiri.

Gelaran yang diinisiasi oleh 76 Rider ini berlangsung seru sekaligus panas sejak sesi free practice dan kualifikasi yang digelar sehari sebelumnya. Total ada sepuluh kelas yang dipertandingkan dalam Trial Game Asphalt.

Turun di kelas FFA 250, Farudila berhasil menjadi yang tercepat di race penentuan atau Moto 2 dan menjuarai seri keempat tersebut. Farudilla mengandaskan perlawanan Tommy Salim yang sempat diunggulkan karena terdepan dalam starting grid.

Tommy pun harus puas dengan raihan posisi kedua. Sementara posisi ketiga diraih Juara Umum Trial Game Asphalt tahun lalu, Doni Tata. Meski menjadi juara, Farudilla mengumpulkan poin yang sama dengan Tommy yaitu 47 poin.

Hal ini berkat perolehan Tommy menjadi yang tercepat di race pertama atau Moto 1. Sedangkan Doni Tata kembali mengisi posisi ketiga dengan mengantongi 40 poin.

“Semoga kesuksesan ini bisa membawa saya pada putaran terakhir di Semarang agar dapat meraih gelar Juara Umum Trial Game Asphalt 2019,” ujar Farudila.

Posisi klasemen sementara kelas FFA 250 kini dipuncaki oleh Farudilla dengan 184 poin, menyusul Tommy yang hanya terpaut tiga poin (181). Sementara Doni Tata terus keduanya dengan 169 poin.

Ketatnya perolehan angka ini membuat gelar Juara Umum Trial Game Asphalt baru bisa ditentukan pada seri pamungkas di Semarang, Jawa Tengah, pada 13-14 Desember nanti.

Mario CSP selaku penyelenggara Trial Game Asphalt, mengapresiasi tingginya animo pegila balap supermoto terhadap TGA 2019, baik dari sisi rider yang berpartisipasi maupun penonton yang memadati Stadion Kanjuruhan Malang.

Diakuinya penonton yang menyaksikan balapan di hari pertama dan kedua juga ikut antusias mendukung rider idolanya. Mereka memadati stadion sejak siang hari sampai berakhirnya acara dan pesta kembang api di malam hari.

Di sisi lain, antusias yang tinggi ini berkat adanya kelas komunitas yang digelar. Lagipula Malang memang surganya komunitas motor trail.

“Bukan sekadar hobi, motor trail sudah menjadi bagian dari masyarakat kota Malang ini. Selain itu, antusiame penonton juga tak pernah surut memberikan dukungan hingga race berakhir,” kata Mario. [dp/MTH]