Tommy Salim Siap Tampil Full di Seri Pamungkas TGA 2019 | dapurpacu.id

Tommy Salim Siap Tampil Full di Seri Pamungkas TGA 2019


DAPURPACU – Peluang besar masih terbuka bagi Tommy Salim usai menuntaskan seri ke-4 Trial Game Asphalt 2019, yang berlangsung di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang.

Berbekal podium satu yang digenggamnya pada race pertama (Moto 1), membuat selisih poin keseluruhan hanya terpaut tipis dengan pemegang klasemen sementara Farudila Adam.

Menyisakan satu seri terakhir di Semarang, pada 13 – 14 Desember mendatang, menjadi penentu siapa peraih gelar Juara Umum Trial Game Asphalt tahun ini, setelah pada dua musim sebelumnya direbut oleh Doni Tata.

Dan Tommy pun mengklaim bakal tampil habis-habisan di seri pamungkas tersebut untuk menyalip Farudila di Sirkuit Mijen, pada kelas yang diikutinya di FFA 250.

Tommy Salim saat berlaga di babak kualifikasi seri ke-4 TGA 2019.

“Saya sempat kesulitan di kelas FFA 250 karena motor saya ada masalah suspensi sehingga penampilan saya tidak bisa optimal,” ujar kakak dari Gerry Salim ini.

Terkait persiapannya di seri terakhir tersebut, dia mengaku hujan dipastikan bakal menjadi kendala terbesar. Sebab, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, bulan Desember bakal turun hujan.

“Yang penting persiapan harus matang. Saya bakal mempersiapkan setting suspensi dan cadangan ban di trek basah. Saya masih optimis bisa juara umum, semua masih bisa berubah tergantung nanti di final Semarang,” tambah pebalap bernomor lambung 75 tersebut.

Mengintip balapan di kelas unggulan lainnya yakni Trail 175 Open, Tommy menempati urutan pertama dengan 47 poin. Disusul Farudila yang terpaut lima angka di posisi kedua. Sementara, Surya Narayana, rekan satu tim Tommy berada di urutan ketiga dengan 35 poin.

Lewis Cornish, pebalap asal Inggris ini merajai kelas FFA 450 Trial Game Asphlat.

Sedangkan, di kelas Trail 175 Non Pro yang juga merupakan kelas unggulan, posisi pertama berhasil diamankan Devi Tembong dengan 50 poin. Di posisi kedua, Yoga Megantara dengan 44 poin dan Reha Adjie Susatra di urutan ketiga dengan 40 poin.

Sengitnya pertandingan juga terjadi di kelas FFA 450. Pada kelas pendukung di seri keempat ini, rider asal Inggris Lewis Cornish masih perkasa dan tak terkalahkan.

Lewish tampil sempurna mulai dari babak kualifikasi maupun pada balapan Moto 1 serta Moto 2, dan mampu mendulang hasil maksimal 50 poin. Doni yang tertinggal enam poin harus puas diasapi di urutan kedua.

Serunya seri di Kota Malang ini juga tidak lepas dari antusiasme rider-rider komunitas yang setia mengikuti Trial Game Asphalt. Sebagai ajang balap supermoto, TGA tak hanya menggandeng pebalap top di kelas-kelas unggulan, namun juga mewadahi pebalap kelas komunitas untuk menyalurkan minat dan hobi dalam dunia otomotif.

Tahun ini, tercatat ada 44 rider berpartisipasi mengikuti kelas komunitas Trial Game Asphalt yakni Trail 150 Komunitas dan Trail 175 Komunitas.

Hammurabi Wisadono dari komunitas Supermoto Indonesia Surabaya, mengatakan packaging Trial Game Asphalt ini sangat menarik bagi rider dari komunitas, baik Trail 150 Komunitas dan 175 Komunitas.

“Selain menambah konten untuk komunitas, TGA ini juga memasyarakatkan supermoto khususnya untuk mereka yang masih awam,” pungkas Hammurabi. [dp/MTH]