DAPURPACU – Tuntas sudah seluruh rangkaian penjelajahan Terios 7 Wonders di sepanjang tahun ini, usai seluruh jurnalis mengakhiri eksplorasi di titik pamungkas di PT Aneka Tambang (Antam), Kecamatan Pomalaa, Jumat (15/11) lalu.
Selama tiga hari, ‘Magical Kolaka Adventure’ berhasil membius para peserta yang terdiri dari 18 jurnalis termasuk Dapurpacu.id, dengan keindahan nan eksotik dari tujuh destinasi yang dibidik di wilayah berjuluk Kota Cocoa tersebut.
Sebelum menuju destinasi terakhir, seluruh peserta menikmati keindahan pantai ‘perawan’ di Pulau Padamarang, Desa Towua, Kecamatan Wundulako. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk menyentuh pulau itu dengan kapal melalui Pelabuhan Perikanan Kolaka.
Di sepanjang perjalanan, suguhan pemandangan nan cantik berupa gugusan Kepulauan Padamarang yang terdiri dari sejumlah pulau-pulau kecil dan besar dengan karakteristik yang berbeda.

Perpaduan birunya laut dan putihnya pasir yang luas menghampar seakan memberi petunjuk bahwa daerah ini masih perawan dan belum terjamah oleh wisatawan, baik domestik maupun manca negara.
Sesampainya di sana, terlihat hamparan pasir indah dengan hutan lebat di belakangnya. Tak sabar rasanya untuk segera mengeksplorasi seluruh keindahan dalam laut.
Sayangnya, keelokan alami tersebut harus dikotori dengan beragam sampah yang bertebaran di sepanjang pantai. Sampah-sampah itu datang dari hempasan air laut maupun yang ditinggalkan oleh pengunjung.
Sontak langkah aktif pun dilakukan untuk membersihkan sekitar pantai. Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor pun turut melakukan bersih-bersih pantai, agar kesan indah tetap terjaga.

“Mari kita buat keindahan pantai di Pulau Padamarang ini tetap terjaga kebersihannya. Sayang kalau pantai seindah ini harus dikotori sampah-sampah dari laut dan orang-orang yang berkunjung,” ujar Amel.
Setelah membersihkan banyaknya sampah plastik, aktivitas dilanjutkan dengan menjajal snorkeling dan fun diving untuk menikmati panorama bawah air yang begitu indah.
Sebagai informasi, tidak kurang dari 16 spesies terumbu karang, 13 spesies ikan karang atau ikan hias, 17 jenis moluska dan 8 jenis rumput laut menghiasi perairan kawasan ini.
Melihat hal tersebut, para peserta tak ingin melewatkan menikmati semua pesona itu dengan melakukan snorkling maupun diving, dengan kedalaman yang tidak terlalu jauh dari pantai.

Keindahan pantai dan keelokkan bawah laut di pulau ini memang harus dilestarikan. Dibutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak terutama campur tangan pemerintah setempat agar pesonanya tetap terjaga.
Ir. Dwi Dharma, M.AP, Pemerhati Pariwisata, menuturkan bahwa Pulau Padamarang memang belum tersentuh oleh Pemerintah Daerah, sehingga siapa saja bisa masuk ke lokasi tersebut.
“Tidak seperti Pemandian Kea Kea, Pantai Tamborasi maupun Pantai Malahaa yang semuanya sudah mendapat perhatian dari Pemerintah Kolaka. Saya yakin Anda semua baru menginjakkan kaki di sini,” tambah Dwi.
Setelah berpuas diri menikmati pesona dalam laut dan pantai, akhirnya rombongan kembali ke Kolaka guna melanjutkan destinasi terakhir (wonders 7) yaitu ke pabrik penghasil fero nikel terbesar di Indonesia yang dimiliki PT Aneka Tambang (Antam).

Sejatinya, lokasi ini menjadi wonders pertama, namun dikarenakan keterlambatan kedatangan rombongan menuju Kolaka, lokasi yang berada di Kecamatan Pomalaa ini urung dikunjungi terlebih dahulu.
Pada spot pamungkas ‘Magical Kolaka Adventure’ tersebut rombongan diperlihatkan beberapa aktivitas di area penambangan hingga ke titik tertinggi dan proses pengolahan fero nikel.
“Kami terus berkarya di sini (PT Antam) dan mampu menjadi salah sati kontributor utama penggerak roda perekonomian masyarakat Kolaka,” ujar Hamzah Kurniadani, Vice President Feni Plant.
“Tak hanya itu, bila dikaitkan dengan industri otomotif, nikel pun menjadi salah satu material utama yang digunakan, pada bodi misalnya,” imbuhnya lagi.

Hamzah menyebutkan untuk tetap menjaga kelestarian alam, pihaknya melakukan revegetasi pepohonan yang ditebang. Hal itu dilakukan agar keberlanjutan alam tetap terjaga dengan baik.
Dijelaskannya, sebagai salah satu Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Sulawesi Tenggara mampu mengekspor 27 ribu ton Nikel setiap tahunnya ke berbagai belahan dunia, seperti India, China dan Korea.
Saat mengeksplorasi area pertambangan, pihak Antam memperlihatkan salah satu situs sejarah peninggalan Jepang berupa cerobong asap. Situs tersebut menjulang tinggi hingga saat di ketinggian pun mata bisa melihatnya.
Cerobong ini konon merupakan fasilitas bagi pasukan Jepang untuk ‘mengintip’ pergerakan musuh, untuk memenangkan perang Asia Timur melawan Amerika dan sekutunya saat itu.

“Kolaka merupakan area yang dicadangkan utk menahan determinasi Amerika jika morotai dan beberapa front line terdesak. Itulah alasan konkret mengapa Jepang membangun cerobong udara dan bunker-bunker yang ada di sekitarnya, sekalian mengolah nikkel untuk campuran baja yang kuat bagi mesin-mesin perangnya,” kata Dwi.
Setelah puluhan tahun situs ini tersembunyi di balik rimbunnya semak belukar di sekitar area tambang PT Antam, lanjut Dwi, maka pada 15 November 2019 menjadi hari yang bersejarah, di mana Pemda Kolaka atas inisiasi Wabup, maka cerobong udara ini akhirnya bisa di singkap.
Puas menikmati habisnya senja di area pertambangan, rombongan akhirnya kembali ke hotel. Dengan begitu berakhir lah petualangan Terios 7 Wonders dalam menelusuri destinasi eksotik di Kolaka.
Amelia berjanji kegiatan serupa bakal digelarnya kembali tahun depan, dengan penelusuran destinasi eksotik nan menarik di Indonesia, sekaligus menguji kembali performa ketangguhan All New Terios.
“Kami berharap Sahabat Daihatsu mendapat pengalaman dan cerita berkesan tentang keindahan alam Bumi Kolaka yang menakjubkan,” pungkas Amelia. [dp/MTH]









