Sasar Ojol, Kutu Community Sosialisasi Aman di Jalan | dapurpacu.id

Sasar Ojol, Kutu Community Sosialisasi Aman di Jalan


DAPURPACU – Kutu Community secara berkesinambungan terus mendengungkan keselamatan berkendara kepada seluruh lapisan masyarakat agar tercipta kondisi kondusif di jalan raya.

Kali ini, sasaran komunitas pengguna scooter ini dalam mengampanyekan hal itu adalah para pengemudi ojek online (Ojol). Fokusnya bahaya mengaktifkan gawai saat naik sepeda motor.

Dengan ‘Ponsel + Naik Motor = MAUT’, sosialisasi tersebut dilaksanakan di Saung Liong, Depok, Jawa Barat, akhir pekan lalu (24/11). Sekitar 40 pengemudi Ojol turut hadir dalam sosialisasi tersebut.

“Fakta di lapangan banyak pengendara motor terutama pengemudi Ojol yang telah menjadikan penggunaan ponsel saat mengendarai tunggangannya sebagai kebiasaan,” ujar Yuri Rahardan, Sekjen Kutu Community, dalam siaran resminya, Jumat (6/12) lalu.

Menurutnya, kebiasan buruk ini menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berdampak domino dan akan merugikan pengemudi Ojol itu sendiri, penumpang bahkan pengguna jalan lainnya, seperti keluarganya atau orangtuanya.

Menariknya, edukasi sekaligus sosialisasi bahaya penggunaan ponsel saat berkendara ini berjalan dengan dialog dua arah, dan diberikan langsung di markas atau tempat berkumpulnya para Ojol di wilayah Depok, Jawa Barat.

“Bisa abang-abang bayangkan jika terjadi kecelakaan saat sedang mencari nafkah saat berkendara. Dampaknya akan dirasakan juga anak-istri di rumah,” kata Taufik, member Kutu Disrik Depok.

Faktor ekonomi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang menjadi penyebab para Ojol sering menggunakan ponsel saat berkendara untuk mendapatkan order penumpang dan melihat peta jalan.

Bang Bery, Ketua Ojol Liong Depok mengakui kegiatan ini sangat positif dan menambah pengetahuan dan pemahaman anggotanya akan bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan ponsel saat berkendara.

“Kami senang sekali ada komunitas seperti Kutu Community yang mau berbaur dan berbagi ilmu di markas kami,” pungkasnya, sembari masing-masing anggotanya menerima pin dan stiker keselamatan.

Dengan ditempelkannya kedua benda ini pada motor menjadi tanda mereka tidak akan menggunakan ponsel saat berkendara, tapi mencari tempat aman untuk parkir terlebih dahulu baru menggunakan ponsel. [dp/MTH]