Upaya Hankook Tire Indonesia Bikin 'Sehat' Kawasan Industri | dapurpacu.id

Upaya Hankook Tire Indonesia Bikin ‘Sehat’ Kawasan Industri


DAPURPACU – Dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau, PT Hankook Tire Indonesia telah merangkul masyarakat Desa Cicau melalui program ‘Desa Binaan’.

Produsen ban asal Korea Selatan ini memberdayakan ekonomi masyarakat di wilayah itu melalui kebun hidroponik, di mana dalam pelaksanaannya menggandeng Yayasan Dompet Dhuafa, sebagai mitra pelatihan hidroponik.

Adapun program hidroponik yang dilaksanakan di desa itu sudah terlaksana sejak 2019. Dengan adanya program tersebut, masyarakat Desa Cicau dapat memanfaatkan lahan non pertanian yang ada di sekitar pemukiman mereka di kawasan industri.

Assistant Manager CSR & Public Relations Hankook Tire Indonesia, Ade Mahendra mengatakan dengan program ini masyarakat punya kesadaran mengelola lingkungan sekaligus mampu berdaya secara ekonomi.

“Produksi kebun ini dapat dijual kembali ke masyarakat lainnya, bahkan didistribusikan ke pasar maupun pusat perbelanjaan. Selain itu, peserta program juga dapat mengkonsumsi hasil kebun tersebut bagi pemenuhan gizi keluarga,” tambah Ade.

Peralatan berkebun yang ekonomis yaitu dengan air, tanah, dan pipa membuat kebun hidroponik ini dapat diterapkan masyarakat dari berbagai kalangan dengan memanfaatkan sumber daya yang terbatas.

Melalui program “Desa Binaan”, Hankook Tire Indonesia memberikan sejumlah pelatihan kepada masyarakat, yaitu:
– Penanaman sayuran hidroponik
– Pembuatan biopori atau lubang resapan air
– Pemilihan sampah rumah tangga
– Penanaman pohon dan tanaman hias
– Pelatihan pemasaran sayuran

Beberapa waktu lalu, program yang sudah berjalan sejak Juni 2019 ini kembali menggelar panen massal yang dilakukan Ade Mahendra, Kepala Desa Cicau Maman M Fahlefi, serta segenap masyarakat pemerhati lingkungan.

Periode program kali ini diikuti sebanyak 30 warga desa, dan memproduksi berbagai macam sayuran seperti Kangkung, Bayam, Pakcoy, dan Selada Air, sementara tanaman hias antara lain Pucuk Merah, Brokoli Kuning, Brokoli Hijau, Bambu Air, Lavender, dan lainnya.

Harga yang ditetapkan relatif kompetitif dengan harga pasaran yaitu Rp 5.000 per 200 gram untuk jenis sayuran sawi, pakcoy, dan selada air.

Hasil produksinya sendiri mengedepankan kualitas organik yang tidak menggunakan pestisida dalam proses penanamannya, sehingga meminimalisir kontaminasi zat kimia yang rentan mengurangi kualitas sayuran.

Selain kebun hidroponik, Hankook Tire Indonesia juga mendorong masyarakat setempat untuk mengelola sampah dengan lebih baik melalui pemilihan sampah rumah tangga yang disalurkan ke bank sampah dan komposter.

Sampah organik ini kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi kegiatan urban farming. Sementara itu, pembuatan biopori air bertujuan meminimalisir genangan ketika musim hujan datang sehingga kawasan pedesaan dapat bebas dari banjir.

Hankook Tire Indonesia berencana setelah Desa Cicau yang menjadi percontohan, akan ada lagi desa-desa lain yang dapat menerapkan program ini. Pengembangannya yaitu memperluas area perkebunan, mendirikan sentra tanaman hias serta pupuk kompos, dan memproduksi komoditas lain yang mempunyai nilai jual.

“Agar dapat mendukung perekonomian masyarakat lokal. Kami berkomitmen untuk terus menjalankan program ini, lewat pendampingan dan pembinaan yang intens kepada masyarakat peserta program,” tutup Ade. [dp/MTH]