Yamaha Xmax Kuasai Laga Customaxi Regional Sulawesi | dapurpacu.id

Yamaha Xmax Kuasai Laga Customaxi Regional Sulawesi


DAPURPACU – Semarak semi final Customaxi Yamaha Region Sulawesi telah usai berlangsung di Panakkukang Square, Kota Makassar, Sabtu (29/2). Puluhan modifikasi Yamaha MAXI dan All New XSR 155 berhasil memukau pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.

Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Mfg mengatakan melalui ajang Customaxi ini, Yamaha Indonesia ingin membuktikan kepada masyarakat luas bahwa motor Yamaha, khususnya Maxi Yamaha, dapat dikreasikan sesuai karakter pemiliknya.

“Tak hanya handal digunakan sebagai alat transportasi harian, juga dapat mendukung gaya hidup dan aktivitas hobi seperti kegiatan modifikasi motor sesuai dengan kreasi dan kreativitas sang pemilik,” jelas Yordan.

Tak bisa dipungkiri animo yang tinggi sukses menjadi wadah berekspresinya para modifikator lokal dalam menyelami potensi tertinggi diri mereka guna menghasilkan beragam karya modifikasi terbaik di atas motor-motor Maxi Yamaha.

Empat kontestan telah terpilih menjadi finalis yang siap melaju ke babak grand final. Keempat nama modifikator tersebut seluruhnya bertarung di kelas Masterclass.

Mereka adalah Irman Syukri di kategori Xmax (Maxers/UPHY Modified), Hans di kategori Nmax (Hans Motor), Raflie di kelas Aerox (KR Motor) dan M. Sabri Ishak di kategori Lexi (YACC Makassar).

Banyak hal berbeda tersaji pada putaran Customaxi kali ini, salah satunya terlihat dari banyaknya peserta yang menurunkan Xmax baik di kelas Daily Use maupun Masterclass.

Bahkan jumlah peserta di kategori Xmax pada seri kali ini menjadi yang tertinggi sejak pertama kali bergulirnya Customaxi x Yamaha Heritage Built 2020.

Kejutan lain yaitu adanya peserta yang ikut berkompetisi menggunakan All New NMAX 155, di kelas Daily Use yang memang menyajikan sentuhan modifikasi ringan sehingga motor tetap nyaman digunakan untuk mobilisasi sehari-hari.

Berikut statement dari masing-masing pemenang Customaxi seri Makassar:

Irman Syukri (Master/Xmax)


Irman mengaku dalam memodifikasi motornya, dia memilih konsep Full Racing yang terinspirasi dari pebalap legenda MotoGP, Valentino Rossi.

“Itulah mengapa airbrush motor dominan dengan warna kuning dengan logo 46 berada di bagian bodi kanan dan kiri motor. Kesan sporti muncul dengan penggunaan knalpot racing Termignoni dan swing arm yang terlihat lebih kekar.”

Hans (Master/Nmax)


“Konsep modifikasi yang saya usung adalah Robotik yang mampu memberikan kesan futuristik dan masa depan pada motor.”

Dalam membangun motor, Hans terinspirasi dari robot Gundam, itulah mengapa airbrush motor lebih menonjolkan warna ‘Iron’. Lalu bagian kaki-kaki dibuat lebih padat dan kekar supaya makin menonjolkan kesan robotik tersebut.

Raflie (Master/Aerox)
“Karena ruh utama motor Aerox adalah sporty, maka saya memilih konsep Racing dalam memodifikasi motor ini.

Tampilannya saya berikan sentuhan airbrush bergaya racing livery khas Yamaha, yang menampilkan stripping tajam dengan kombinasi warna biru racing Yamaha yang dominan.

Pada sektor penyumbang tenaga, Raflie menyematkan knalpot racing dan body part agar lebih tajam supaya memberi image aerodinamis, menggantikan komponen standarnya.

M. Sabri Ishak (Master / Lexi)


Sabri sengaja menyematkan konsep Golden Elegan pada modifikasi Lexiana, nama beken tunggangannya. Konsep ini menurutnya menonjolkan nuansa mewah sehingga enak untuk dipandang.

“Saya banyak menggunakan warna gold pada part-part aftermarket yang digunakan seperti pada bagian handle bar, spion, cover CVT dan beberapa part lain.”

Menurutnya, penggunaan warna gold disesuaikan dengan warna asli motor yaitu bronze sehingga semakin memberikan kesan elegan. [dp/MTH]