DFSK Kepincut Segmen Kendaraan Minibus dan Blind Van | | dapurpacu.id

DFSK Kepincut Segmen Kendaraan Minibus dan Blind Van


DAPURPACU – PT Sokonindo Automobile, pemegang merek DFSK di Indonesia, memang lah pemain baru di ranah industri otomotif Tanah Air, baik untuk kendaraan penumpang maupun niaga ringan.

‘Duet’ Glory 580 dan Glory 560 didaulat untuk mengisi segmen SUV low dan medium, sementara Super Cab dihadirkan memenuhi kebutuhan pebisnis serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Kesuksesan yang terbilang cukup baik untuk Super Cab selama kurun waktu tiga tahun ini, membuat PT Sokonindo Automobile coba menyusun strategi baru untuk perkembangan bisnisnya ke depan.

Ceruk pasar kendaraan minibus dan blind van tengah dibidik untuk memperluas pilihan pebisnis, selain model pikap yang menjadi andalannya dalam menekuni usahanya.

DFSK membidik segmen baru yakni minibus untuk memperkuat penjualannya.

Bahkan bila melihat data yang dikeluarkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kedua segmen ini tetap mengalami pertumbuhan meski secara keseluruhan pasar otomotif nasional mengalami kelesuan hampir 11%.

Baca juga:  DFSK Siagakan Layanan 'Spesial' di Tengah Pandemik Corona

Bila dirinci, penjualan minibus di sepanjang 2019 lalu mampu mencapai 18.300 unit dan mengalami pertumbuhan 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan di segmen blind van mencapai 9.600 unit dan mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 15%.

Pertumbuhan ini yang kemudian memotivasi DFSK untuk melakukan ekspansi bisnis di segmen kendaraan komersial yang sebelumnya baru mencakup di ceruk pikap ringan.

Pertimbangan lain DFSK untuk masuk ke segmen itu dikarenakan tidak banyak pemainnya, sehingga peluang meraih ‘kue’ terbuka lebar sekaligus membuat konsumen semakin banyak pilihan untuk membeli kendaraan yang sesuai dengan kebutuhannya dan daya belinya.

Berdasarkan survei yang dilakukan internal DFSK, konsumen atas penggunaan kendaraan komersial sendiri dibagi menjadi dua, biasanya dibedakan berdasarkan penggunaannya untuk pengangkut barang atau penumpang.

Konsumen perseorangan cenderung menggunakan kendaraan minibus sebagai kendaraan penumpang sebanyak 60% dan sisanya 40% digunakan untuk keperluan angkut barang.

Baca juga:  DFSK Tawarkan Cicilan Ringan Hingga DP 0% Hingga Maret 2020

Lain halnya dengan konsumen corporate atau perusahaan. Sebanyak 60% minibus digunakan untuk keperluan mengangkut barang dan 40% nya sebagai kendaraan penumpang.

Berbeda dengan model Blind Van yang memang ditujukan untuk mendukung kelancaran berbagai bisnis konsumen di Indonesia. Penggunaan model Blind Van bisa digunakan untuk mendukung bisnis logistik, food & beverage, ambulance, ekspedisi, sosial car, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Untuk itulah, DFSK tengah menyiapkan amunisi baru di kedua segmen tersebut, dan dijadwalkan gelaran GIICOMVEC menjadi momen diperkenalkannya kedua model ini. [dp/MTH]