Pabrik Berhenti Produksi, HPM Fokus Jaga Pasokan Unit | | dapurpacu.id

Pabrik Berhenti Produksi, HPM Fokus Jaga Pasokan Unit


DAPURPACU – Pabrikan otomotif di Indonesia mau tidak mau harus menyesuaikan kondisi di segala lini pada masa pandemi Covid-19 ini. Kebijakan pemerintah untuk melakukan social distancing harus dilakukan termasuk aktivitas di pabrik.

Atas dasar ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) menghentikan operasional pabrik selama 14 hari, yang dijadwalkan dimulai pada 13 April nanti. Sementara untuk lini lain tetap beroperasi seperti biasa.

Sebagai informasi, pabrik HPM di Karawang, Jawa Barat, berkapasitas 200.000 unit per tahun. Adapun model yang diproduksi meliputi Honda Brio, Honda Mobilio, Honda BR-V, Honda HR-V, Honda CR-V, dan Honda Jazz.

“Dalam kondisi pasar yang sedang turun saat ini, sangat penting untuk tetap menjaga level stok dan pasokan untuk konsumen agar tetap seimbang dengan permintaan pasar,” ujar Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM.

Di masa pandemi ini, HPM fokus pada strategi stok unit.

“Selama masa ini, hanya lini produksi yang berhenti beroperasi sementara operasional lain di pabrik dan Head Office masih tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah saat ini,” tambahnya.

Baca juga:  Honda Bekali Ilmu Jurnalistik Bagi Komunitas

Yusak mengakui, penghentian produksi ini akan berdampak terhadap sekitar 7.000 unit mobil yang diproduksi untuk pasar domestik. Namun dia mengklaim tidak berdampak pada produksi untuk pasar ekspor.

Meski begitu, langkah ini menjadi strategi HPM dalam menghadapi kondisi pasar belakangan. Soalnya, terjadi penurunan permintaan, dampak dari wabah virus corona.

Di samping itu, adanya kendala pada pasokan komponen dari supplier juga turut berimbas pada sulitnya untuk melanjutkan produksi di pabrik secara normal.

All New Brio yang dikirim ke Filipina adalah setir kiri.

Penyesuaian di lini produksi juga tidak berimbas pada pengurangan karyawan di pabrik PT HPM dan semua karyawan tetap mendapatkan gaji pokok penuh dan tunjangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertanyaan besarnya, apakah penghentian sementara ini akan terus diperpanjang bila kondisi kian masif? Sayangnya pihak HPM belum bisa memastikannya. Menurut Yusak, pihaknya akan terus memantau kondisi terkini.

Jika harus kembali menutup, tentu diperlukan strategi agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca juga:  Honda Tantang Desainer Ikuti Kontes Digital Memoles Brio

“Kami akan memantau kondisi setiap hari dan meninjau semua opsi berdasarkan perkembangan terakhir,” tutup Yusak, seperti dikutip dari Carvaganza. [dp/MTH]